BANDUNG, FOKUSJabar.id: Epriyanto Kasmuri menyatakan kesiapan untuk kembali memimpin kepengurusan provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat (Jabar) 2026–2030.
Petahana melakukan pendaftaran sebagai calon Ketua Umum Perbasi Jabar masa bakti 2026–2030 setelah menyerahkan persyaratan pencalonan di sekretariat Perbasi Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung.
BACA JUGA:
Perbasi Jabar Butuh Sosok Pemimpin ‘Gila Basket’
Hadir tanpa di dampingi pengusungnya, Ketua Umum Perbasi Jabar masa bakti 2021-2025 ini di terima langsung petugas penerima pendaftaran, Deana Muharama Setiawan.
Epriyanto menyerahkan persyaratan yang sudah di isi lengkap, surat dukungan dari pengcab Perbasi kota/kabupaten serta bukti transfer biaya pendaftaran sebesar Rp150 juta.
“Untuk surat dukungan, saya serahkan sesuai batas minimal. Yakni 9 daerah termasuk bukti transfer biaya pendaftaran Rp150 juta,” katanya.
“Saya daftar sendiri tanpa di hadiri pengcab Perbasi kota/kabupaten pendukung. Ini sebagai bentuk kemandirian,” kata Epriyanto.
Menurut Dia, organisasi cabang olahraga harus mampu berdiri mandiri. Artinya, saat ini tidak bisa sepenuhnya bergantung pada dana hibah pemerintah.
Untuk itu, dia bertekad membawa bola basket Jabar sebagai mitra strategis dalam industri olahraga yang profesional dan berkelanjutan.
“Target ke depan menyempurnakan program-program yang belum maksimal. Saya akan optimalkan lagi kepengurusan sesuai kompetensidi bidangnya masing-masing,” kata Dia.
BACA JUGA:
PBPI Jabar Diminta Tingkatkan Pembinaan Prestasi
Dari sisi pembinaan prestasi, Epriyanto menargetkan untuk lebih meningkatkan prestasi bola basket Jabar di level nasional. Salah satunya, meraih minimal dua medali emas pada gelaran PON XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Saya mulai ambil peran di Perbasi Jabar pada masa bakti 2021-2025. Saat itu kondisi minus dan langsung di hadapkan pada persiapan babak kualifikasi PON XX,” ungkapnya.
“Sudah ada peningkatan prestasi dari PON XX tahun 2021 di Papua dan PON XXI tahun 2024 di Aceh, meski belum sampai pada titik optimal yakni medali emas. Dan untuk PON XXII tahun 2028 di NTB, saya menargetkan minimal dua emas dari 4 nomor yang di pertandingkan,” Epriyanto menambahkan.
Selain pembenahan dari sisi organisasi dan pembinaan prestasi, Epriyanto berencana melakukan terobosan dalam hal pendidikan dan kesehatan atlet.
Dia menegaskan pentingnya keseimbangan antara prestasi dan pendidikan dalam pembinaan olahraga yang juga di dukung oleh kesehatan para atletnya.
“Saya berencana menggandeng perguruan tinggi untuk memberikan beasiswa kepada atlet-atlet berprestasi. Salah satu rencana kerja sama yang akan di jalin adalah dengan Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB). Sehingga para atlet tidak hanya unggul dalam prestasi olahraga tapi juga memiliki pendidikan yang mumpuni sebagai bekal masa depan,” ujarnya.
Dari sisi aspek kesehatan atlet, Epriyanto mengaku akan menjalin kerja sama dengan Primaya Hospital serta BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan jaminan kesehatan, para atlet di harapkan dapat bertanding secara maksimal tanpa rasa khawatir terhadap risiko cedera maupun perlindungan pascakarier.
“Jika kembali di percaya, kita akan perbaiki dan evaluasi seluruh bidang untuk mencapai target utama di PON 2028 dengan meraih medali emas. Ini bukan hanya tentang melanjutkan kepemimpinan, tetapi tentang menyempurnakan dan menguatkan fondasi bola basket Jabar agar lebih profesional, mandiri dan berprestasi,” Epriyanto menegaskan.
(ageng)



