spot_img
Rabu 11 Februari 2026
spot_img

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Turunkan Biaya Haji Lewat Pembangunan Kampung Haji

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana strategis pembangunan kampung haji bagi jemaah Indonesia di Kota Suci Makkah. Program ini digagas sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia.

Rencana tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (8/2/2026), di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur.

Baca Juga: Indonesia–Australia Teken Traktat Keamanan Baru, Perkuat Stabilitas Indo-Pasifik

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut momentum tersebut sebagai kehormatan bersejarah bagi Indonesia. Pasalnya, untuk pertama kalinya Kerajaan Arab Saudi memberikan hak kepemilikan lahan di Makkah kepada Indonesia.

“Saya ingin melaporkan di hadapan para ulama dan keluarga besar NU bahwa untuk pertama kalinya Indonesia mendapat kehormatan dan hak untuk memiliki lahan di Kota Suci Makkah,” ujar Presiden.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi tonggak baru dalam hubungan bilateral Indonesia–Arab Saudi. Bahkan, ia menyebut pemerintah Saudi melakukan penyesuaian regulasi sebagai bentuk penghormatan kepada Indonesia.

“Ini adalah pertama kali dalam sejarah Kerajaan Arab Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di Kota Suci Makkah. Mereka bahkan mengubah undang-undang mereka khusus untuk memberikan penghormatan kepada bangsa Indonesia,” jelasnya.

Fasilitas Hunian yang Tertata

Kampung haji yang direncanakan akan dibangun secara bertahap itu diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang menunaikan ibadah haji maupun umrah. Kawasan tersebut akan lengkap dengaan fasilitas hunian yang tertata dan layak guna memastikan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin kualitas hunian bagi seluruh jemaah Indonesia.

“Nanti semua jemaah terjamin mendapatkan hunian yang layak, tempat yang baik. Tidak perlu ragu lagi, tidak boleh ada macam-macam lagi,” tegasnya.

Ia menargetkan dalam beberapa bulan ke depan pembangunan tahap awal sudah menghasilkan sekitar seribu kamar, dan akan terus berkembang dalam kurun waktu tiga tahun hingga kawasan tersebut dapat berfungsi optimal.

“Dalam beberapa bulan ke depan, insyaallah kita sudah akan memiliki kurang lebih seribu kamar. Selanjutnya akan terus kita kembangkan,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Presiden juga menekankan pembenahan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji, termasuk komitmen untuk menurunkan biaya haji bagi masyarakat Indonesia.

“Pelayanannya harus terbaik, dan saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” tandasnya.

Pembangunan kampung haji ini harapannya menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kenyamanan dan kepastian layanan bagi jemaah Indonesia, sekaligus mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru