spot_img
Rabu 11 Februari 2026
spot_img

Cuaca Ekstrem Mengancam, Bupati Ciamis Minta Desa Perkuat Mitigasi Bencana

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Intensitas hujan tinggi dan angin kencang dalam beberapa waktu terakhir mendorong Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dan memperkuat mitigasi.

Herdiat menyampaikan imbauan tersebut saat membuka kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Kabupaten Ciamis Tahun 2026 di GOR Desa Sindangkasih, Kecamatan Sindangkasih, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: Pengurus PPI 2025-2030 Dikukuhkan, Ini Pesan Bupati Ciamis

Ia menegaskan bahwa cuaca ekstrem telah memicu berbagai bencana di sejumlah daerah, termasuk wilayah Ciamis. Kondisi tersebut menuntut kesiapan semua pihak, terutama pemerintah desa, dalam mengantisipasi risiko yang dapat muncul kapan saja.

“Curah hujan tinggi dan angin kencang bisa memicu bencana secara tiba-tiba. Masyarakat harus selalu siaga,” tegas Herdiat.

Menurutnya, pemerintah desa memegang peran penting dalam membangun kesadaran mitigasi di tengah masyarakat. Aparatur desa harus aktif mengedukasi warga tentang kesiapan menghadapi banjir, tanah longsor, dan potensi bencana alam lainnya.

Herdiat juga menyoroti faktor penyebab bencana yang kerap berawal dari perilaku manusia. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar risiko bencana tidak semakin besar.

“Banyak bencana terjadi karena ulah manusia sendiri. Kita harus menjaga dan melestarikan alam,” ujarnya.

Selain membahas ancaman bencana, Herdiat turut menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia terkait status darurat sampah yang kini dihadapi Indonesia. Ia menilai persoalan sampah telah berkembang menjadi isu nasional yang membutuhkan perhatian serius.

“Presiden menyatakan Indonesia sudah darurat sampah. Para menteri mendapat tugas memantau langsung kondisi di daerah,” jelasnya.

Herdiat mencontohkan dampak nyata persoalan sampah terhadap sektor pariwisata. Ia menyebut penurunan kunjungan wisatawan hingga 62 persen di sejumlah wilayah pesisir Bali akibat persoalan sampah yang tidak tertangani dengan baik.

Melihat kondisi tersebut, Herdiat mengajak seluruh aparatur desa dan masyarakat Ciamis untuk membangun budaya hidup bersih sebagai kebiasaan sehari-hari.

“Kita harus menjaga lingkungan bersama-sama dan menjadikan hidup bersih sebagai budaya,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru