TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Jawa Barat yang menjadi lokasi peluncuran Program Kampung Sosial oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Program strategis ini resmi diluncurkan di halaman Kantor Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Selasa (10/2/2026).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, memimpin langsung peluncuran tersebut. Acara ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara, Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jabar Asep Sukmana, Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Budi Rachman, pimpinan Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, unsur kelurahan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Baca Juga: Polres Tasikmalaya Bongkar Motif Penculikan Bayi di Masjid Agung Singaparna
Noneng menjelaskan, Program Kampung Sosial mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat perlindungan sosial. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat kampung dan kelurahan.
“Kampung Sosial hadir untuk membangkitkan kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat,” ujar Noneng.
Ia menyebutkan, program ini menyasar Peserta Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, sektor swasta, lembaga filantropi, serta relawan sosial.
Pemprov Jawa Barat memilih Kota Tasikmalaya sebagai lokasi peluncuran karena tingkat kemiskinan di daerah ini masih tergolong tinggi. Noneng berharap kehadiran Kampung Sosial mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka kemiskinan.
“Masalah kemiskinan masih menjadi tantangan utama di berbagai daerah. Melalui Kampung Sosial, kami ingin menghadirkan solusi konkret untuk membantu masyarakat keluar dari kesulitan hidup,” jelasnya.
9.000 PPKS di Jawa Barat Mendapat Langsung Manfaat dari Kampung Sosial Sepanjang 2026
Noneng juga menargetkan lebih dari 6.000 PPKS di Jawa Barat akan menerima manfaat langsung dari program Kampung Sosial sepanjang tahun 2026. Saat ini, angka kemiskinan di Jawa Barat masih berada di kisaran 6,78 persen atau lebih dari tiga juta jiwa.
“Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada jutaan warga yang membutuhkan ruang, kesempatan, dan dukungan agar bisa bangkit,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam penanganan persoalan sosial.
“Kami berterima kasih karena Kota Tasikmalaya mendapat kepercayaan menjadi daerah pertama peluncuran Kampung Sosial. Program ini harapannya memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengakui Kota Tasikmalaya masih menghadapi tantangan besar terkait kemiskinan. Namun, kondisi tersebut justru mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Ia menyebut sejumlah program unggulan yang telah berjalan, seperti Kangkung Subsidi Lele (Kang Sule). Kemudian pembiakan Ayam Ras Petelur (Paraslur), Pakcoy, Cabai, dan Tomat (Pak Camat). Program-program tersebut sebagai upaya menggerakkan ekonomi lokal, menekan pengangguran, dan mengurangi angka kemiskinan.
“Kami berharap Kampung Sosial mampu memperkuat kebersamaan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Tasikmalaya,” tutupnya.
Usai peluncuran, Wakil Wali Kota Tasikmalaya bersama Kepala Dinas Sosial Jawa Barat dan rombongan meninjau sejumlah warga kurang mampu. Mereka juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan kursi roda. Serta meninjau kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan memasak dan menyulam di Kelurahan Tuguraja.
(Seda)



