TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Event olahraga adu fisik bertajuk Indo Boxing Lagga Inau sukses digelar di kawasan objek wisata Pasir Pataya, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, yang hadir bersama Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, Ketua Indo Boxing Lagga Tasikmalaya Rana Nur Alamsyah, serta para pimpinan akademi boxing se-Kota Tasikmalaya.
Baca Juga: Pasanggiri Jaipongan Jadi Ajang Regenerasi Seni Sunda di Tasikmalaya
Ia secara langsung menyaksikan jalannya pertandingan dan mengapresiasi kemampuan para atlet Indoboxing Lagga yang mampu menunjukkan teknik, mental, dan sportivitas tinggi di atas ring.
Menurutnya, event yang terselenggara oleh Indo Boxing Lagga Inau menjadi bukti bahwa Kota Tasikmalaya tidak hanya terkenal sebagai Kota Santri. Namun juga layak menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala olahraga, seni, budaya, musik, hingga keagamaan.
“Event olahraga seperti ini menunjukkan bahwa Tasikmalaya punya potensi besar untuk menggelar beragam kegiatan positif. Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga pembinaan generasi muda,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya menyediakan ruang dan wadah kreasi bagi anak-anak muda agar dapat menyalurkan bakat dan minat mereka ke arah yang positif. Sekaligus mencegah munculnya perilaku negatif seperti tawuran dan geng motor.
“Kegiatan semacam ini harus rutin terselenggara. Minimnya ruang berekspresi bisa memicu kenakalan remaja. Anak-anak muda butuh ruang untuk pembuktian diri sesuai bakatnya masing-masing,” katanya.
Aktivitas Pemuda yang Membangun Karakter
Ia juga menekankan, generasi muda membutuhkan pengakuan dan penghargaan. Sehingga peran pemerintah dan komunitas olahraga sangat penting dalam mengarahkan mereka pada aktivitas yang membangun karakter.
Sementara itu, Ketua Indo Boxing Lagga Inau, Rana Nur Alamsyah, menjelaskan eksibisi uji mental tersebut merupakan ajang evaluasi bagi anggota Indo Boxing yang telah menjalani latihan selama enam bulan.
“Eksibisi ini menjadi ujian awal bagi para atlet pemula sebelum mengarahkan mereka menjadi atlet berprestasi,” jelas Rana.
Dalam kegiatan tersebut, dipertandingkan sebanyak 64 partai. Termasuk lima partai utama kelas profesional yang mempertemukan atlet-atlet juara tingkat Regional Jawa Barat.
Rana mengungkapkan, sebagian besar atlet Indo Boxing Lagga Inau berasal dari latar belakang anak-anak jalanan yang sebelumnya kerap terlibat perkelahian. Mereka kemudian direkrut dan dibina secara serius di sasana Indo Boxing.
“Di sini mereka tidak hanya berlatih bertarung, tetapi juga mendapat bekal pendidikan keagamaan. Kemudian juga pembekalan nilai-nilai sosial agar menjadi atlet yang berkarakter dan berjiwa sosial,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sejauh ini sejumlah atlet Indo Boxing Lagga Inau telah menorehkan prestasi membanggakan. Baik prestasi di tingkat Jawa Barat maupun nasional.
“Kami terus mendorong mereka untuk disiplin dan konsisten berlatih agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi. Kemudian dapat mengharumkan nama daerah,” pungkasnya.
(Seda)


