BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sinkhole adalah lubang atau cekungan di permukaan tanah yang terjadi secara tiba-tiba akibat runtuhnya lapisan tanah atau batuan di bawahnya.
Fenomena tersebut umumnya terjadi di kawasan karst (batu gamping/kapur) atau wilayah tambang karena pelarutan batuan oleh air tanah, menciptakan rongga bawah tanah yang akhirnya amblas.
BACA JUGA:
Nikmati Keindahan Fenomena Blue Moon Malam Ini
Penyebab Utama
Proses alami pelarutan batuan (batu gamping, garam, gipsum) oleh air, erosi tanah atau aktivitas manusia seperti pertambangan dan pembangunan yang mengganggu stabilitas tanah.
Mekanisme
Rongga bawah tanah terbentuk perlahan dan saat struktur atas tidak mampu lagi menahan beban, permukaan tanah runtuh tiba-tiba.
Karakteristik
Berbentuk lingkaran atau mangkuk. Ukuran bervariasi dari beberapa meter hingga ratusan meter.
Lokasi Rawan
Daerah dengan batuan karbonat atau tanah vulkanik yang porus.
Tanda-tanda
Penurunan tanah secara perlahan, retakan halus atau hilangnya aliran air permukaan secara tiba-tiba.
Sinkhole sering di sebut lubang amblas atau lubang runtuhan. Dan dapat menimbulkan risiko keselamatan serta kerusakan infrastruktur.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fenomena sinkhole relatif sering terjadi di Indonesia.
Wilayah yang berpotensi terdampak umumnya berada di kawasan dengan bentang alam karst atau daerah batu gamping.
Beberapa daerah yang di kenal rawan antara lain, Gunung Kidul, Pacitan dan Maros.
Secara geologi, wilayah-wilayah tersebut memiliki lapisan batu gamping yang cukup tebal di bawah permukaan tanah.
BACA JUGA:
Koi Fenomenal Mr Kondo Milik Hartono Soekwanto Siap Rebut Juara di WNC 2025
Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menjelaskan, sinkhole merupakan fenomena alam yang terjadi akibat runtuhnya lapisan batu gamping di bawah permukaan tanah.
Proses pembentukannya berlangsung dalam waktu lama dan di picu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan permukaan tanah.
“Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut. Terutama batu gamping. Sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan,” kata Adrin.
Air permukaan dan air tanah yang mengalir melalui rekahan tersebut menyebabkan rongga semakin membesar dan melemahkan lapisan penyangga di atasnya.
Ketika hujan lebat terjadi, lapisan penutup rongga menjadi semakin tipis hingga pada suatu titik tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.
Menurut Dia, pada kondisi tersebut lapisan atap akan runtuh secara tiba-tiba dan membentuk lubang di permukaan tanah yang di kenal sebagai sinkhole.
Salah satu tantangan terbesar dalam mitigasi sinkhole adalah sulitnya mendeteksi tanda-tanda awal kemunculannya.
Proses pembentukan rongga berlangsung perlahan dan terjadi di bawah permukaan tanah. Sehingga tidak mudah di kenali secara visual.
Namun demikian, keberadaan rongga batu gamping sebenarnya dapat di identifikasi melalui survei geofisika.
Cara mencegah terjadinya sinkhole, hindari pembangunan di area bekas tambang atau tanah yang tidak stabil, lakukan pemantauan tanah secara rutin, pastikan sistem drainase berfungsi baik untuk menghindari erosi tanah dan tanami vegetasi untuk memperkuat struktur tanah
Cara mengatasi sinkhole, evakuasi segera area sekitar untuk keselamatan,h ubungi tim penyelamat dan ahli geologi, isi lubang dengan material yang sesuai (misal pasir, kerikil) dan lakukan pemantauan dan stabilisasi tanah.
(Bambang Fouristian/berbagai sumber)


