TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya menggelar Tasikmalaya Economic Forum (TEC) 2026 sebagai ruang dialog strategis antara pengusaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan ekonomi daerah. Forum bertema “Sarasehan Akselerasi Bersama Pengusaha” ini berlangsung di Restoran Saung Gunung Djati, Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para pelaku usaha, asosiasi pengusaha, mahasiswa, unsur pemerintahan, serta tokoh-tokoh ekonomi daerah. Sejumlah narasumber berpengalaman turut hadir, di antaranya Budi Budiman, Wahyu Tri Rachmadi, Edy Suroso, dan Asep Saepulloh.
Baca Juga: Cipedes Siap Jadi Penopang Ekonomi Kota Tasikmalaya Lewat Musrenbang 2027
Sarasehan berlangsung interaktif. Para pengusaha memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan berbagai persoalan dan tantangan dunia usaha, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, Asep Saepulloh, menegaskan bahwa KADIN memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, forum ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang penyerapan aspirasi pelaku usaha.
“Melalui sarasehan ini, kami ingin menggali masukan dari para pengusaha tentang bagaimana peta jalan atau roadmap ekonomi Kota Tasikmalaya ke depan. Karena itu, forum ini kami desain lebih banyak diskusi dan dialog,” ujar Asep.
Ia mengungkapkan, berbagai gagasan dan pengalaman yang disampaikan peserta akan dirangkum sebagai bahan diskusi lanjutan bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya, Komisi II DPRD, serta unsur terkait lainnya.
Isu Krusial
Beberapa isu krusial mencuat dalam forum tersebut, mulai dari banyaknya kios di Pasar Cikurubuk yang tutup, laju pertumbuhan ekonomi daerah, kesiapan menyambut konektivitas jalan tol, hingga pentingnya sinkronisasi program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.
Asep juga mengungkapkan bahwa KADIN terus membuka peluang investasi dengan menjalin komunikasi bersama investor, termasuk dari Malaysia dan Qatar. Namun, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus segera terselesaikan.
“Penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) menjadi kunci. Tanpa RDTR yang jelas dan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai, kita sulit bergerak lebih jauh dalam menarik investor,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber Budi Budiman menilai forum sarasehan ini sangat tepat terselenggara di sii, karena bertepatan dengan momentum Musrenbang. Menurutnya, masukan dari pelaku usaha sangat penting sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan ekonomi.
“Kepala daerah seharusnya juga hadir langsund dalam kegoatan srategis seperti. Agar bisa mendengar secara utuh apa yang para pengusaha harapkan dan butuhkan.,” ujarnya.
Budi menegaskan bahwa pengusaha merupakan aset daerah yang memiliki peran besar dalam mendorong pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ia menilai, ide dan gagasan dari dunia usaha dapat menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan ekonomi ke depan.
“Investasi harus kita dorong bersama. Dengan kemudahan perizinan, kepastian hukum, keamanan, budaya yang kuat, serta event-event menarik, Tasikmalaya bisa menjadi daerah tujuan investasi yang mampu membuka lapangan kerja baru,” paparnya.
Ia optimistis, forum yang KADIN gagas ini akan memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan dan kemajuan ekonomi Kota Tasikmalaya.
(Seda)


