PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pagi yang menyapa, hadirkan indahnya mentari yang menghiasi langit laut Pangandaran. Kehangatan pun tercipta dan membangunkan jiwa serta pikiran yang kembali represh.
Deru ombak yang menghantam bebatuan di pantai timur pangandaran, menjadi semangat akan perjuangan hidup yang tidak akan pernah ada hentinya.
Angin pun mengiringi seakan tidak mau lepas dari bayang-bayang ombak yang mencium bibir pantai yang di penuhi dengan pasir yang terhampar.
Baca Juga: Padaherang Jumlah Penduduknya Tertinggi di Kabupaten Pangandaran
“Suasananya cerah, mentari pun memberikan senyumnya yang terbaik bagi ummat manusia dan seluruh pengisinya,” ungkap Ahmad salah seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Kamis (5/2/2025).
Pantai Pangandaran, menurutnya, merupakah sebuah anugerah dari yang maha kuasa. Karena di tempat tersebut, para wisatawan bisa menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari.
“Sunset dan sunrise yang membuat rindu ingin selalu berkunjung ke pantai pangandaran. Dan itu moment yang begitu indah, pada saat datangnya pagi dan senja tiba,” ucapnya.
Dan tentunya, kata Ahmad, berbagai macam permainan seperti banana boat, Jetski begitu memanjakan jiwa, sehingga suasana kembali represh.
“Juga banyak permainan lainnya yang bisa di sewa untuk keliling pantai pangandaran. Pokoknya memang selalu bikin kangen dan candunya luar biasa,” tuturnya.
Apalagi, lanjut dia, kuliner dengan khas berbagai macam ikan laut membuat lidah ketagihan, dan mengobati perut yang tengah keroncongan.
Baca Juga: Polemik Limbah, DLHK Pangandaran Akan Panggil Ratusan Pengelola Hotel
“Dah kulinernya enak-enak, Hotel dan penginapan sangat mudah. Jadi paket komplit di pantai pangandaran ini. Sekali lagi bikin candu,” tegasnya.
Selain pantai pangandaran, Ahmad menambahkan, wisatawan bisa menikmati objek wisata lainnya. Apalagi, ikon baru Kabupaten Pangandaran yang sedang viral yaitu jembatan Sodongkopo.
“Ikon baru Kabupaten Pangadaran kan ada Jembatan Sodongkopo, Masjid Jami Ar Rohman yang desainnya unik, juga ada lagi yaitu tugu Panser ketiganya ada di Cijulang,” pungkasnya.
(Nanang Yudi)


