GARUT, FOKUSJabar.id: Kisah pilu datang dari Siti Nur Rahayu, atlet Rugby putri asal Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) menderita penyakit pecah usus.
Atlet yang pernah mengharumkan nama daerah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 sempat terbaring lemah selama dua bulan.
BACA JUGA:
SPPG Cisewu II Dapat “Surat Cinta” dari Penerima Program MBG
Kondisi Siti sempat viral lantaran Dia kesulitan biaya pengobatan karena tidak memiliki BPJS Kesehatan. Namun, kabar terbaru menyebutkan, kondisinya mulai membaik setelah mendapatkan tindakan medis dan perhatian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut.
Ketua KONI Kabupaten Garut, Subhan Rohmansyah menyatakan, pihaknya langsung bergerak setelah mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan.
“Kami mengambil hikmah dari pemberitaan. Sehingga bisa tahu ada atlet yang sakit. Kami langsung mengunjungi. Alhamdulillah kondisi atlet membaik. Kami berupaya menghibur Siti dan orang tuanya serta berkoordinasi dengan cabor Rugby, pemerintah daerah, RSU hingga KONI Jabar,” kata Subhan, Kamis (5/2/2026)
Fasilitas Pengobatan dan Penanganan Medis
Siti sebelumnya telah menjalani operasi pertama secara gratis melalui fasilitas Lapad Ruhama (Layanan Terpadu Rumah Harapan Masyarakat) milik Pemerintah Kabupaten Garut.
Subhan mengaku, pada operasi pertama, pihak KONI belum mendapatkan informasi mengenai kondisi Siti.
“Saat operasi pertama Kami tidak tahu. Setelah kami berkunjung, baru di ketahui informasi bahwa operasi tersebut menggunakan fasilitas Lapad Ruhama. Pascaoperasi, pihak RSUD juga proaktif mengunjungi rumah pasien untuk kontrol,” ungkap Subhan.
Untuk penanganan lebih lanjut, Subhan memastikan bahwa status BPJS Siti kini telah aktif untuk keperluan kontrol, penebusan resep hingga rencana operasi kedua.
KONI Garut juga telah meminta pihak RSUD untuk memberikan pelayanan prima.
BACA JUGA:
Sinkronkan Program Jalan, Bupati Garut Temui Ditjen Bina Marga di Jakarta
“Jika ada hal yang berkaitan dengan biaya atau lain-lain, saya sampaikan ke RSUD. Insya Allah KONI akan bertanggung jawab,” tegas Subhan.
Dia juga memberikan kabar terbaru setelah melakukan peninjauan langsung bersama tim medis ke kediaman Siti.
“Per hari ini, kami dan dokter dari RSUD kembali melakukan kunjungan (visit) ke tempat atlet. Alhamdulilah kondisi Siti semakin membaik dan saat ini sedang di persiapkan menuju proses operasi terakhir,” ujar Subhan.
Evaluasi dan Komitmen Pendampingan Atlet
Belajar dari peristiwa ini, KONI Garut berkomitmen untuk memperkuat komunikasi dengan setiap Cabang Olahraga (Cabor) agar kejadian serupa tidak terulang. Subhan menekankan pentingnya koordinasi non-teknis antara atlet, pelatih dan KONI.
“Saya selalu sampaikan kepada cabor dan forum olahraga bahwa KONI mungkin tidak masuk ke ranah teknik olahraga masing-masing. Namun untuk hal non-teknis seperti koordinasi, pendampingan dan konsultasi, baik sebelum maupun sesudah pertandingan, Kami akan sangat membantu,” tuturnya.
Ke depannya, KONI Garut akan lebih masif mengimbau para pelatih dan pengurus cabor untuk segera melapor jika terdapat kendala yang di alami atlet. Mengingat akses komunikasi antarketua cabor sudah tersedia di dalam struktur KONI.
(Y.A. Supianto)


