​TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kabar gembira bagi ribuan siswa di wilayah Panyingkiran dan sekitarnya. Setelah sempat terhenti selama dua hari akibat kendala administrasi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pastikan kembali berjalan normal mulai Kamis, 5 Februari 2026.
​Sempat muncul kekhawatiran dari para orang tua dan pihak sekolah setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyingkiran mengeluarkan surat edaran penghentian operasional sementara. Namun, drama “dapur mati suri” ini berakhir lebih cepat dari perkiraan semula.
​Titik Terang Setelah Dana Banper Cair
​Penyebab utama mogoknya distribusi ini adalah belum cairnya Bantuan Pemerintah (Banper) untuk periode 2-14 Februari 2026.
Baca Juga: Strategi Diky Chandra Jadikan Tasikmalaya Kiblat Ekonomi Kreatif Nasional
Tanpa dana tersebut, pihak SPPG kesulitan untuk memutar modal belanja bahan baku segar dan menutupi biaya operasional harian.
​Roni Nurbani, perwakilan SPPG Parakannyasag yang menaungi wilayah tersebut, mengonfirmasi bahwa kendala finansial tersebut kini sudah teratasi.
​”Alhamdulillah, dana sudah kami terima kemarin sore. Jadi, kami pastikan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) akan kembali menyapa siswa pada hari Kamis besok,” ujar Roni saat di konfirmasi Rabu (4/2/2026).
​Permohonan Maaf dan Komitmen Pelayanan
​Absennya distribusi selama dua hari (Selasa dan Rabu) di akui Roni sebagai hal yang sangat di sayangkan.
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh sekolah dan siswa penerima manfaat yang terdampak.
​”Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama dua hari terakhir. Ini menjadi evaluasi besar bagi kami agar kedepannya koordinasi pencairan dana bisa lebih lancar dan tidak mengganggu hak gizi anak-anak,” tambahnya.
​Mengapa Program MBG Sangat Krusial
​Kejadian ini sempat menjadi sorotan publik di Kota Tasikmalaya mengingat program MBG adalah pilar utama.
​Peningkatan Gizi Anak: Memastikan siswa mendapatkan asupan protein dan vitamin seimbang di sekolah.
​Konsentrasi Belajar: Perut kenyang dengan nutrisi yang benar berbanding lurus dengan daya serap pelajaran.
Baca Juga: Spanduk Kritik Kepung Balekota Tasikmalaya, Warga Soroti Sikap Wali Kota
​Ekonomi Lokal: Operasional SPPG melibatkan pemasok bahan baku lokal yang juga terdampak jika produksi berhenti.
​Masyarakat berharap agar skema birokrasi pencairan dana Banper bisa lebih di percepat atau memiliki dana talangan darurat.Â
Tujuannya jelas: agar kejadian “dapur tutup” tidak lagi terulang di masa depan, demi menjaga keberlanjutan nutrisi generasi bangsa.
(Abdul Latif)


