spot_img
Kamis 5 Februari 2026
spot_img

Strategi Diky Chandra Jadikan Tasikmalaya Kiblat Ekonomi Kreatif Nasional

​TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kecamatan Kawalu bukan sekadar titik di peta Kota Tasikmalaya; ia adalah denyut nadi industri kreatif yang sudah lama mendunia lewat benang dan jarum. 

Dalam gelaran Musrenbang tingkat Kecamatan Kawalu pada Rabu, (4/2/202), Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, menegaskan komitmennya untuk membawa bordir Kawalu “naik kelas” dari sekadar produk lokal menjadi ikon ekonomi kreatif global.

​Bagi Diky, penguatan sektor ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Baca Juga: Musrenbang RKPD Cibeureum Kota Tasikmalaya 2027, Dicky Candra Soroti Potensi Kawasan Santri

Raksasa Bordir yang Sedang Bersiap Melompat

​Sudah bukan rahasia lagi bahwa Kawalu adalah sentra UMKM bordir terbesar di Tasikmalaya. Namun, di tengah persaingan pasar digital yang ketat, potensi besar ini memerlukan sentuhan inovasi agar tidak sekadar bertahan, tapi mendominasi.

​“Kawalu sudah punya nama besar sebagai sentra bordir. Sekarang tugas kita adalah memastikan potensi ini menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujar Diky Chandra di hadapan para tokoh masyarakat dan pelaku usaha.

​Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui arahan Diky Chandra akan memfokuskan dukungan pada tiga aspek krusial:

​Upskilling SDM: Mengasah kreativitas pengrajin agar desain bordir tetap relevan dengan tren mode terkini.

​Akses Pasar Global: Memanfaatkan platform digital dan pameran internasional untuk memperluas jangkauan produk.

​Penguatan Modal: Mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku UMKM agar skala produksi bisa terus bertumbuh.

Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Ekosistem Kreatif

​Dalam Musrenbang di Kecamatan  Kawalu ini, narasi pembangunan tidak lagi melulu soal perbaikan jalan atau drainase. Diky Chandra menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan harus menyentuh sisi ketahanan ekonomi daerah.

Baca Juga: Spanduk Kritik Kepung Balekota Tasikmalaya, Warga Soroti Sikap Wali Kota

​“Jika kita kelola dengan profesional, Kawalu tidak hanya akan dikenal sebagai penghasil bordir, tapi sebagai pusat ekonomi kreatif yang menjadi kebanggaan sekaligus identitas Kota Tasikmalaya di mata dunia,” tambahnya optimis.

​Untuk itu Diky Chandra mengajak seluruh stakeholder mulai dari desainer, pemilik UMKM, hingga perbankan untuk berkolaborasi. 

Harapannya, sinergi ini mampu menciptakan ekosistem bisnis yang sehat, di mana produk lokal mampu bersaing secara kualitas maupun harga di pasar nasional hingga internasional.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru