spot_img
Selasa 3 Februari 2026
spot_img

Dugaan Limbah Dibuang ke laut, PHRI Pangandaran Buka Suara

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: ‎Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana angkat bicara menanggapi dugaan air limbah hotel yang di buang ke laut di pantai barat Pangandaran.

‎Agus membenarkan adanya permasalahan tersebut. Menurutnya, persoalan ini merupakan permasalahan klasik yang sering terjadi di kala angka kunjungan sedang tinggi.

‎Namun Agus membantah jika permasalahan air limbah di sudutkan kepada pelaku usaha hotel di Pangandaran. Pasalnya, hampir keseluruhan hotel di Pangandaran sudah memiliki instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Dapur Pono Kartono Asal Pangandaran 

‎”Di kami (kawasan wisata Pangandaran) bahwa hotel-hotel sudah punya IPAL. Dan permasalah itu terjadinya kalau sedang ramai kunjungan ke Pangandaran,” kata Agus Mulyana kepada wartawan di Pangandaran Selasa, (3/2/2026).

‎Menurut Agus, limbah domestik sepenuhnya tidak bersumber dari hotel. Hal ini karena di kawasan Pangandaran menyatu dengan rumah penduduk.

‎”Karena di sana ada WC umum dan banyak lagi kegiatan yang menghasilkan limbah,” kata Agus.

‎‎Menyikapi persoalan ini, Agus meminta pemerintah daerah untuk melakukan pembuktian secara menyeluruh, guna mengetahui permasalahan limbah yang sebenarnya. 

‎”Karena yang saya tahu saluran air di kawasan wisata ini tidak dalam keadaan baik,” kata Agus.

‎”Kalau mau, pemerintah daerah drainasenya kita betulkan dan kita lihat. Apakah itu sumbernya dari hotel apa bukan?,” tambahnya.

‎Agus menekankan, pembuktian tersebut sangat penting, mengingat pelaku usaha hotel di Pangandaran kerap di jadikan kambing hitam terkait persoalan limbah.

‎”Karena yang menjadi kambing hitamnya itu pasti hotel,” katanya.

Penyebab Limbah

‎Agus mengatakan, Permasalahan ini sempat muncul beberapa waktu lalu di depan hotel Gran Cahaya. Ia pun tak tinggal diam, kemudian melakukan membuktikan langsung yang di anggap menjadi penyebab limbah.

Baca Juga: Kisah Khoenunisa, Siswi SDN 2 Kalipucang Pangandaran Jualan Totok di Sekolah

‎‎”Tapi setelah di cek ke berbagai spot yang di anggap sumber limbah ternyata bukan. Justru itu limbah datangnya dari yang lain bukan dari hotel,” katanya.

‎Meski demikian, Agus meminta ketegasan Pemerintah daerah dalam membuktikan supaya akar masalah ini bisa di ketahui bersama agar bisa segera teratasi. 

‎”Saya harap Pemda Pangandaran ayo kita bersihkan saluran sampai clean and clear semua. Dari mana tuh limbah itu sebenarnya. Tapi kalau drainasenya saja tertutup pasir, kemudian tidak ada pemeliharaan yang bagus. Saya kira ini yang harus di lakukan terlebih dulu. Jangan terus menyalahkan hote,” tegas Agus.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru