GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana mengungkapkan, nanti akan ada sentuhan berbeda pada peringatan HJG ke-213.
Perbedaan mencolok terletak pada hadirnya prosesi “Ngarawat Ci Garut” sebagai pembuka rangkaian acara pokok pada 12 Februari 2026 mendatang.
BACA JUGA:
Pemkab Garut Hibahkan Aset untuk Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI
Ritual tersebut bukan sekadar seremonial. Namun sebagai upaya menggali kembali filosofi sejarah berdirinya Garut yang erat kaitannya dengan penemuan sumber air.
“Pemberangkatan awal Kabupaten Garut ini muncul karena kita mencari air. Ketersediaan air menjadi syarat mutlak setiap daerah pemukiman baru saat itu. Maka, kita adakan acara menggali tentang Sumur Garut,” kata Sekda.
Dalam prosesi tersebut, air dari beberapa sumur bersejarah akan “di kawinkan” atau di satukan sebagai simbol kesatuan asal-usul Sumur Garut.
Menelusuri Jejak Sejarah
Rangkaian acara pada 12 Februari 2026 akan dilanjutkan dengan agenda mengenang sejarah Pemerintahan Kabupaten Garut di Titik Nol (depan BPKAD), Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota.
Setelah itu, jajaran pemerintah akan melakukan ziarah ke makam Bupati Garut pertama, RAA Adiwijaya, di TPU Cipeujeuh serta makam para pendahulu lainnya di Makam Dalem Kaum, berdekatan dengan Masjid Agung Garut.
Adapun puncak peringatan HJG ke-213 akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026 melalui upacara resmi di Alun-Alun Garut.
Acara tersebut dipastikan bakal meriah dengan berbagai kegiatan pendukung. Mulai dari pagelaran seni budaya, pelayanan publik mini, gelar pangan murah, produk UMKM hingga pameran sejarah.
BACA JUGA:
Kemendagri dan Pemkab Garut Gelar Seminar Nationalism Goes to School
Sekda menekankan, HJG tahun ini harus terasa “membumi” dan semarak di seluruh instansi.
Dia menginstruksikan pemasangan ornamen khas. Seperti umbul-umbul dan spanduk di setiap sudut kantor pemerintahan.
“Nuansa tahun ini adalah kesundaan. Kami akan memasang penjor di setiap SKPD dan area Alun-Alun. Penjor merupakan bagian integral dari budaya Sunda yang akan menghiasi pelaksanaan HJG ke-213 agar kesan budayanya lebih terasa,” pungkasnya.
(Y.A. Supianto)


