CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kekosongan jabatan Wakil Bupati Ciamis yang telah berlangsung selama satu tahun kembali menjadi sorotan. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menegaskan secara regulasi, mekanisme pengisian jabatan tersebut sebenarnya tidak menemui kendala berarti.
Herdiat menekankan, keberadaan wakil bupati bukan sekadar pelengkap struktur pemerintahan, melainkan elemen penting untuk mempercepat pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Baca Juga: Ciamis Siap Masuk Tahap Awal Program Sekolah Rakyat
“Kalau ditanya butuh atau tidak wakil bupati, jawabannya sangat dibutuhkan. Wilayah Ciamis luas, jumlah penduduknya besar, tentu tidak bisa saya tangani sendiri,” ujar Herdiat.
Terkait proses pengisian jabatan, ia menjelaskan regulasi yang digunakan masih mengacu pada aturan lama. Meski demikian, pemerintah daerah diberi ruang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan aktual.
Menurutnya, pemerintah pusat telah memberikan sinyal positif secara lisan. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada pemerintah daerah.
“Regulasinya ada dan jelas. Kewenangan pengusulan itu Pemprov serahkan ke daerah, tinggal bagaimana kesiapan politiknya,” jelasnya.
Bola Panas Kini di Tangan Parpol Pengusung
Namun demikian, Herdiat menegaskan waktu pengajuan pengisian jabatan wakil bupati sepenuhnya bergantung pada dinamika dan kesepakatan partai politik.
“Kapan mau berlanjut, itu urusan partai politik. Mau besok, minggu depan, atau bulan depan, kami siap memproses,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Ciamis, lanjut Herdiat, telah bersikap terbuka dan siap menjalankan prosedur administratif kapan pun pengambilan keputusan politik berlangsung.
Selain isu struktural pemerintahan, Herdiat juga menyinggung tantangan sosial yang masih Ciamis hadapi, khususnya angka kemiskinan yang saat ini berada di kisaran 7,4 persen.
“Target kita idealnya maksimal 5 persen, bahkan lebih baik kalau bisa di bawah itu,” tegasnya.
Dengan luas wilayah, besarnya jumlah penduduk, serta agenda pengentasan kemiskinan yang masih membutuhkan perhatian serius, Herdiat menilai kehadiran wakil bupati akan sangat membantu dalam penguatan koordinasi, pengawasan, dan percepatan program pembangunan.
Ia pun berharap seluruh pihak, terutama partai politik, dapat segera mengambil langkah konkret demi optimalisasi roda pemerintahan.
“Dari sisi kebutuhan pemerintahan, wakil bupati itu sangat penting,” pungkasnya.
(Adhmia Raudhia)


