JAKARTA,FOKUSJabar.id: Komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam membangun sektor kesehatan kembali ditegaskan di panggung internasional. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menghadiri Konferensi Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit ke-8 Tahun 2026 yang digelar di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kehadiran Viman bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Asep Hendra, Staf Ahli Dr. Uus Supangat, serta Hesti Widiawati. Para kepala daerah dari seluruh Indonesia dan delegasi internasional, di antaranya dari Vietnam, India, Thailand, hingga Timor Leste hadir dalam forum bergensi ini.
Baca Juga: Kodim 0612 Tasikmalaya Ajak Keluarga TNI Cegah DBD
APCAT Summit ke-8 secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, dan turut dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan RI, termasuk Dirjen P2P, Direktur PTM, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Forum Asia Pasifik ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan dalam merespons tantangan pembangunan. Khususnya di sektor kesehatan yang kini berhadapan dengan persoalan global yang semakin kompleks.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa APCAT Summit tidak sekadar menjadi ajang diplomasi antarwilayah, melainkan wadah kolaborasi lintas daerah dan negara dalam merumuskan solusi konkret atas isu-isu kesehatan.
“Forum ini membuka ruang kerja sama yang lebih luas untuk menjawab tantangan kesehatan global. Mulai dari penyakit tidak menular hingga penguatan kebijakan kesehatan yang berkelanjutan,” ujar Viman, Selasa (27/1/2026).
Pembahasan Isu Krusial
Dalam konferensi tersebut, sejumlah isu krusial menjadi pembahasan utama. Di antaranya pengendalian tembakau, pencegahan penyakit tidak menular, serta perumusan kebijakan kesehatan yang adaptif terhadap dinamika sosial dan lingkungan.
Menurut Viman, peran pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat. Karena itu, percepatan pembangunan sektor kesehatan harus berjalan secara terintegrasi dan berkesinambungan.
“Sektor kesehatan merupakan prioritas pembangunan di Kota Tasikmalaya untuk meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.
Terkait pengendalian tembakau, Viman menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menerapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sejumlah lokasi strategis. Kebijakan tersebut tertuang melalui Perda KTR Tahun 2018 dan diperkuat dengan Peraturan Wali Kota Tahun 2025.
“Pengaturan penggunaan tembakau, baik konvensional maupun elektrik, merupakan langkah preventif dan promotif untuk mewujudkan Tasikmalaya sebagai kota sehat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk implementasi konkret, Pemkot Tasikmalaya membatasi visibilitas penjualan rokok di pusat perbelanjaan. Tampilan rokok di supermarket wajib tertutup dan mendapat pengawasan secara rutin melalui edukasi serta patroli pengawasan oleh Satpol PP.
Selain itu, Pemkot Tasikmalaya juga mengembangkan inovasi sosial melalui pembentukan pojok rokok di setiap RW yang tersebar di 10 kecamatan. Program ini bertujuan mengurangi kebiasaan merokok di dalam rumah guna meminimalkan dampak asap rokok terhadap kesehatan keluarga.
“Edukasi terus kita lakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari PKK, kader kesehatan hingga dasawisma. Agar kesadaran hidup sehat tumbuh dari lingkungan terkecil,” terangnya.
Viman menegaskan, partisipasi Tasikmalaya dalam APCAT Summit menjadi momentum memperkuat komitmen daerah dalam menghadirkan kebijakan. Kemudian memperkuat konsep inovasi kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Mari kita batasi penggunaan rokok demi masa depan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
(Seda)


