spot_img
Selasa 27 Januari 2026
spot_img

33 DPW Partai Berkarya Mundur Serentak, Siap Deklarasikan Partai Baru

MEDAN, FOKUSJabar.id: Gelombang tsunami politik menghantam internal Partai Berkarya. Dan sejumlah 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari total 38 DPW se-Indonesia, di kabarkan menarik dukungan.

Juga menyatakan mundur secara massal dari kepengurusan maupun keanggotaan partai Berkarya pimpinan Muchdi Purwoprandjono (Muchdi PR).

Gerakan ini di picu oleh kekecewaan mendalam para kader di daerah terhadap kepemimpinan pusat.

Baca Juga: BMKG: 23-29 Januari 2026 Masih Diterjang Cuaca Ekstrem

Ketua DPW Partai Berkarya Sumatera Utara (Sumut), Mayjen TNI (Purn) Achmad Daniel Chardien. Secara terbuka menyatakan pengunduran diri, juga menuding adanya ketidaktaatan Ketum Berkarya terhadap konstitusi parpol.

Dalam keterangan resminya, Ketua DPW Sumut menegaskan bahwa langkah drastis ini di ambil bukan tanpa alasan. Ia menyoroti sikap Ketua Umum Muchdi PR yang di nilai tidak patuh terhadap hasil. Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Berkarya tahun 2025.

“Karena ketidaktaatan dan ketidakpatuhan Ketum Partai Berkarya saudara Muchdi PR terhadap hasil keputusan Munas Partai Berkarya tahun 2025 yang lalu. Maka saya Ketua DPW Sumut Partai Berkarya mengundurkan diri dari kepengurusan. Dan dari anggota Partai Berkarya,” kata dia dalam pernyataan tertulis, yang di terima FOKUSJabar.id Senin (26/1/2026) kemarin.

Pengunduran diri ini bukan aksi tunggal. Ketua DPW Sumut mengklaim bahwa ini adalah gerakan nasional. Data yang di himpun menyebutkan bahwa soliditas di akar rumput telah pecah.

“Terdapat 33 DPW dari 38 DPW se-Indonesia dan ratusan DPD (Dewan Pimpinan Daerah) se-Indonesia. Yang juga mundur dari kepengurusan dan anggota Partai Berkarya,” ungkapnya.

Jika klaim angka ini valid, Partai Berkarya di bawah Muchdi PR terancam lumpuh total. Karena kehilangan hampir 90 persen struktur kepemimpinan di tingkat provinsi.

Siapkan “Perahu” Politik Baru

Langkah mundur ini ternyata adalah awalan untuk sebuah manuver politik baru. Para loyalis yang kecewa sepakat untuk tidak sekadar bubar jalan, melainkan mengonsolidasikan kekuatan untuk membentuk entitas politik anyar.
Surat pengunduran diri Ketua DPW Sumut di sebut sebagai salah satu syarat kelengkapan administrasi untuk deklarasi partai baru tersebut.

“Selanjutnya (kami) akan membentuk Partai Politik Baru yang mandiri dan terbebas dari konflik internal Partai Berkarya,” ujar dia.

Baca Juga: Kader Senior NasDem Rusdi Masse Pindah Perahu? Saan Mustopa Bilang Begini

Menutup pernyataannya, mantan Ketua DPW Sumut ini memberikan kebebasan kepada seluruh gerbong Partai Berkarya di Sumatera Utara. Baik di tingkat DPW maupun DPD Kabupaten/Kota, untuk menentukan nasib politik mereka.

“Para anggota Partai Berkarya, DPW dan DPD se-Sumut silakan menentukan sikap dan pilihannya. Lanjut di PB (Partai Berkarya) atau gabung bersama saya dalam partai baru,” pungkasnya.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada tanggapan resmi dari DPP Partai Berkarya terkait klaim eksodus massal pengurus daerah ini.

(Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru