TASIKMLAYA, FOKUSJabar.id: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius yang memerlukan kewaspadaan tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Kodim 0612/Tasikmalaya mengambil langkah proaktif dengan menggelar penyuluhan kesehatan intensif bagi prajurit dan keluarga besar TNI pada Selasa (27/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Makodim 0612/Tasikmalaya ini menghadirkan ahli medis dari Rumkitban Galunggung, dr. Deden Danial Bunyamin, sebagai narasumber utama.
Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Komitmen Benahi Situs Lingga Yoni
Fokus utamanya jelas, pencegahan berbasis keluarga adalah kunci utama memutus mata rantai penularan virus dengue.
Karakteristik Nyamuk Aedes aegypti
Dalam paparannya, dr. Deden mengingatkan bahwa nyamuk pembawa virus DBD bukanlah nyamuk sembarangan. Berbeda dengan nyamuk got yang kotor, Aedes aegypti justru gemar berkembang biak di genangan air bersih yang sering di abaikan.
”Nyamuk ini aktif menggigit di pagi dan sore hari. Tempat favoritnya adalah bak mandi, vas bunga, hingga tempat minum burung yang jarang di kuras. Barang-barang bekas di halaman rumah pun bisa jadi hotel berbintang bagi jentik nyamuk jika terisi air hujan,” ujar dr. Deden.
Menurut dr Deden banyak orang terkecoh menganggap DBD sebagai demam biasa. Agar tidak terlambat, ia menekankan beberapa gejala kunci yang wajib di waspadai.
Demam tinggi mendadak dengan panas yang muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas. Kemudian sakit kepala hebat, serta nyeri pada otot dan sendi. Kondisi fisik melemah. Rasa lemas yang ekstrem dan hilangnya nafsu makan dan muncul bintik merah di kulit, mimisan, atau gusi berdarah.
”Jika demam berlangsung lebih dari dua hari dan kondisi tubuh menurun drastis, segera lakukan pemeriksaan medis untuk memantau kadar trombosit,” kata dr Deden.
Bukan Sekadar Fogging
Meskipun pengobatan medis penting, Kodim 0612/Tasikmalaya menekankan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus menjadi gaya hidup, bukan sekadar gerakan musiman.
Langkah pencegahan merupakan tindakan nyata dan harus melakukan upaya nyata di lingkungan masing-masing yang antara lain.
-Menguras Bersihkan wadah air (bak mandi, toren) secara rutin.
-Menutup Pastikan tempat penampungan air tertutup rapat.
-Mendaur Ulang Manfaatkan atau buang barang bekas yang bisa menampung air.
-Memantau Cek jentik nyamuk di sudut-sudut rumah seminggu sekali.
Baca Juga: Adakah Anggaran untuk Pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya?
Sebagai Agen Perubahan
Kegiatan ini di ikuti dengan antusias oleh ibu-ibu Persit dan para Babinsa. Harapannya, mereka tidak hanya menerapkan pola hidup bersih di rumah sendiri, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi masyarakat luas.
”Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui penyuluhan ini, kami ingin setiap anggota keluarga TNI menjadi pelopor kebersihan lingkungan di wilayahnya masing-masing,” pungkas perwakilan Kodim 0612/Tasikmalaya.
Dengan semangat kebersamaan, Tasikmalaya di harapkan mampu menekan angka kasus DBD melalui langkah sederhana namun konsisten dari lingkup terkecil yaitu Keluarga.
(Abdul)


