TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan sinyal kuat dalam upaya penyelamatan dan pengembangan aset sejarah daerah. Khususnya situs Lingga Yoni di Kecamatan Indihiang.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan. Secara bertahap terhadap sejumlah peninggalan budaya, dengan Situs Lingga Yoni sebagai salah satu prioritas utama.
“Kekayaan budaya yang di miliki Kota Tasikmalaya adalah modal besar yang harus di kelola dengan cerdas. Meskipun di hadapkan pada tantangan anggaran,” ungkap Dicky Chandra saat melepas Kontingen Budaya di halaman Kantor Disporabudpar, Selasa (27/01/2026).
Baca Juga: Adakah Anggaran untuk Pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya?
Dicky Chandra mengungkapkan bahwa pembenahan situs sejarah tidak bisa di lakukan sendirian oleh Pemkot Tasikmalaya. Di perlukan ketelitian dalam tata kelola anggaran serta kemampuan membangun relasi dengan pihak luar.
”Kita harus akui bahwa peninggalan budaya itu sangat banyak. Kita lakukan secara bertahap. Penting bagi pemerintah untuk cerdas mengolah TAPD di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus menjalin hubungan dengan pusat, provinsi, maupun swasta,” ujarnya.
Langkah serius Pemkot juga dengan koordinasi langsung ke kementerian terkait. Untuk memastikan status dan keabsahan Situs Lingga Yoni, Tugu Juang, dan Tugu Koperasi agar mendapatkan dukungan fasilitas yang lebih mumpuni.
Sejalan dengan visi Wakil Wali Kota, Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Kota Tasikmalaya. Agus Fauzi menjelaskan bahwa langkah teknis pembenahan Situs Lingga Yoni sudah di depan mata.
Dana Aspirasi Anggota DPRD
Meskipun akses jalan menuju situs masih merupakan tanah milik warga. Area pusat (puseur) Lingga Yoni telah resmi di hibahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini memudahkan sinergi anggaran antara kota dan provinsi.
Rencana aksi nyata dalam waktu dekat meliputi, perbaikan atap untuk melindungi objek cagar budaya dari kerusakan alami.
Kemudian pembangunan pagar untuk memberikan batas pengaman dan meningkatkan estetika situs. Dan anggaran yang di gunakan memanfaatkan dana aspirasi anggota DPRD Kota Tasikmalaya. Dari fraksi PKB, Asep Endang Nur Syam yang di jadwalkan terealisasi tahun 2026 ini.
Baca Juga: Terjepit Tambang Pasir, Situs Lingga Yoni Tasikmalaya Menunggu Uluran Tangan Pemerintah
Dicky Chandra berharap pembenahan Situs Lingga Yoni bukan sekadar proyek fisik. Melainkan jembatan untuk menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah Priangan Timur.
”Mudah-mudahan hasilnya banyak yang datang untuk meramaikan Kota Tasikmalaya sebagai kota kunjungan yang luar biasa,” pungkasnya.
Dengan situs yang tertata rapi, di harapkan ekonomi lokal di sekitar cagar budaya dapat ikut terdongkrak melalui kunjungan wisatawan.
(Abdul)


