spot_img
Selasa 27 Januari 2026
spot_img

MDMC Garut Kirim Personel Spesialis SAR ke Lokasi Longsor Cisarua KBB

GARUT, FOKUSJabar.id: Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) mengirim tim Search and Rescue untuk membantu proses evakuasi korban bencana tanah longsor berskala besar di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Langkah tersebut di ambil menyusul laporan adanya korban jiwa dan sejumlah warga yang hingga kini masih di nyatakan hilang tertimbun material longsor.

BACA JUGA:

DVI Polri Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB

Ketua MDMC Kabupaten Garut, Wahyu Hidayat menyatakan, keputusan tersebut di dasari oleh koordinasi intensif dengan MDMC Wilayah Jawa Barat dan pantauan situasi lapangan yang menunjukkan dampak bencana cukup parah.

Saat ini, lima personel spesialis SAR dari MDMC Garut telah berada di titik fokus pencarian. Yakni di Kampung Pasirkuning.

Wahyu menjelaskan, para personel di bekali Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Di antaranya, helm, sepatu boot dan masker untuk menjaga keamanan di zona merah.

“Fokus kami dalam tiga hari ke depan adalah membantu menemukan korban yang masih tertimbun. Namun, kendala terbesar di lapangan adalah kondisi lumpur yang masih labil serta intensitas hujan yang masih tinggi. Jika hujan turun, pencarian terpaksa di hentikan sementara demi keselamatan relawan,” kata Wahyu kepada FOKUSJabar, Selasa (27/1/2026).

Hingga hari ketiga pencarian, tim gabungan telah menemukan total 13 kantong jenazah (body pack) dari berbagai titik kerja (work site). Namun, tantangan masih besar mengingat masih ada puluhan korban yang belum di temukan.

Dalam menjalankan tugasnya, MDMC Garut memastikan telah mengantongi surat tugas resmi yang di serahkan kepada BPBD KBB sebagai bentuk legalitas koordinasi.

“Kami sudah bermitra lama dengan Basarnas dan BPBD. Sehingga koordinasi di lapangan tidak canggung lagi. Semua bergerak dalam satu komando untuk kemanusiaan,” tegas Wahyu.

Terkait dukungan logistik, pihaknya terus berkoordinasi dengan Lazismu Kabupaten Garut.

Hingga saat ini, Lazismu Garut mendukung penuh biaya akomodasi dan perbekalan personel serta tengah menyiapkan skema bantuan bagi para penyintas di pengungsian.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Turunkan Bantuan Tanggap Bencana ke Bandung Barat

Wahyu mengimbau masyarakat di lokasi terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.

Dia juga titip pesan penting mengenai kelestarian lingkungan sebagai langkah preventif jangka panjang.

“Bencana ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga lingkungan dan melestarikan hutan. Kerusakan lingkungan adalah salah satu pemicu utama longsor. Kami juga mengetuk pintu hati warga Garut untuk membantu saudara-saudara kita di Cisarua. Baik secara moril maupun materil,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru