spot_img
Senin 26 Januari 2026
spot_img

Satu Abad NU di Garut, Bupati Garut Siapkan Akses Modal Tanpa Agunan

GARUT,FOKUSJabar.id: Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (1926–2026) di Kabupaten Garut bukan sekadar seremoni sejarah. Momentum ini dimanfaatkan sebagai titik tolak memperkuat kemandirian ekonomi umat, seiring dimulainya abad kedua perjalanan NU.

Hal itu tercermin dalam Opening Ceremony Satu Abad NU beriringingan dengan rangkaian Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) PCNU Kabupaten Garut, di Lapangan SOR Ciateul, Jalan Proklamasi, Senin (26/1/2026), Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin membuaka langsung kegiatan tersebut.

Baca Juga: Pemkab Garut Rilis Panduan Hari Jadi ke-213, Upacara Puncak Digelar 18 Februari

Dalam sambutannya, Bupati Syakur mengapresiasi kontribusi NU selama satu abad terakhir, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Namun, menurutnya, tantangan ke depan menuntut kolaborasi yang lebih konkret di sektor ekonomi.

“NU sudah terbukti menjaga umat selama 100 tahun. Memasuki abad kedua, sinergi NU dan pemerintah harus lebih mengarah pada penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Syakur.

Akses Modal Ringan hingga Tanpa Agunan

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan dukungan permodalan bagi warga Nahdliyin dan masyarakat umum. Syakur mengungkapkan, Pemkab telah menjalin koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta perbankan, termasuk Bank BJB, untuk menghadirkan skema pembiayaan yang ramah pelaku usaha kecil.

“Untuk pinjaman sampai Rp10 juta, kita upayakan bunganya hanya sekitar 3 persen. Bahkan untuk kebutuhan modal yang lebih besar, ada skema bantuan tanpa agunan,” jelasnya.

Ia berharap kemudahan akses modal ini mampu mendorong geliat usaha masyarakat, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan.

Meneguhkan Khidmatul Ummah

Ketua PCNU Kabupaten Garut, KH Atjeng Abdul Wahid, menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU versi Masehi ini merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi yang terus konsisten melayani umat.

Menurutnya, semangat himayatul ummah (melindungi umat) dan khidmatul ummah (melayani umat) harus tetap menjadi ruh pergerakan NU di masa depan.

“Ini menjadi pengingat bahwa harokah NU tidak boleh lepas dari peran melayani dan menjaga umat, dalam kondisi apa pun,” tegasnya.

Mukercab, UMKM, dan Apel Kebangsaan

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Adis Abdullah Effendi, menjelaskan kemasan rangkaian peringatan Satu Abad NU di Garut terdiri dalam tiga agenda besar. Selain Mukercab PCNU, acara ini juga menghadirkan Pameran Bazar UMKM yang melibatkan lebih dari 200 pelaku usaha, serta Apel Kebangsaan yang dijadwalkan pada 29 Januari 2026.

Tak hanya itu, panggung hiburan rakyat juga disiapkan melalui 50 penampilan seni. Kemudian penampilan kreasi dari Majelis Wakil Cabang (MWC), lembaga, hingga badan otonom NU.

“Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum. Selain silaturahmi, kami ingin NU hadir langsung menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Adis.

Rangkaian acara di SOR Ciateul dapat masyarakat kunjungi setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB. Harapannya, peringatan satu abad ini tidak hanya memperkuat kebersamaan warga NU. Tetapi juga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut.


(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru