KBB, FOKUSJabar.id: Tim gabungan dari berbagai unsur. Mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri hingga relawan terus mencari korban terdampak longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua dan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, pencarian korban hingga Minggu (25/1/2026) sore telah di lakukan secara intensif.
BACA JUGA:
Gubernur Jabar: Warga di Lokasi Longsor KBB Segera Direlokasi
Selain korban tewas, 23 orang di temukan dan sebanyak 80 orang lainnya masih dalam pencarian.
Pada operasi pencarian tersebut, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 14 body pack korban. Rinciannya, tujuh body pack di temukan di worksite A1, enam body pack di worksite A2 dan satu body pack di worksite B1.
Dengan temuan tersebut, total korban meninggal yang telah di evakuasi sejak operasi pencarian di mulai mencapai 25 orang hingga Minggu (25/1/2026) pukul 16.00 WIB
Fokus pencarian di bagi ke dalam dua sektor utama. Yakni sektor alpha dan sektor bravo yang di nilai sebagai titik dengan potensi korban tertimbun material longsor.
“Metode pencarian dilakukan dengan mengombinasikan penggunaan alat berat, pencarian manual oleh personel SAR serta pemantauan udara menggunakan drone UAV untuk memetakan area terdampak dan mendeteksi kemungkinan keberadaan korban,” katanya di kutip bisnis.com, Senin (26/1/2026).
Menurut Ade, proses pencarian terkendala sejumlah kendala. Selain kondisi cuaca yang tidak stabil serta hujan dan kabut tebal menjadi tantangan utama yang memengaruhi visibilitas serta keselamatan personel.
Selain itu, medan longsor yang labil, curam dan di penuhi material tanah serta bebatuan menyulitkan proses evakuasi.
BACA JUGA:
Korban Tewas Longsor Cisarua KBB Jadi 8 Orang, Ini Kata Sekda Jabar
Ade menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi teknis di lapangan dan demi mempertimbangkan faktor keselamatan seluruh personel, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pencarian pada sore hari ini.
Penghentian dilakukan untuk menghindari risiko lanjutan. Mengingat potensi longsor susulan masih cukup tinggi.
Hingga kini, area longsor di Desa Pasirlangu masih di tetapkan sebagai zona operasi SAR.
Aparat gabungan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan dukungan logistik, peralatan serta kebutuhan personel selama proses pencarian berlangsung.
BACA JUGA:
Bantu Korban Longsor Cisarua KBB, Pemkot Bandung Siapkan Relawan dan Logistik
Bencana longsor tersebut berdampak luas terhadap permukiman warga di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah rumah di laporkan tertimbun material longsor. Sementara warga yang selamat telah di evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Pemerintah daerah bersama tim terkait masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah korban serta kerusakan yang di timbulkan akibat bencana tersebut.
Operasi SAR akan kembali dilanjutkan dengan prioritas utama menemukan korban yang masih tertimbun.
(Bambang Fouristian)


