spot_img
Sabtu 24 Januari 2026
spot_img

Ikon Baru Kabupaten Pangandaran Berada di Cijulang, Apa Saja?

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Ikon baru Kabupaten Pangandaran kini berada di Kecamatan Cijulang, antara lain Jembatan Sodongkopo, Masjid Jami Ar Rohman dan Panser yang merupakan salah satu kendaraan tempur.

Jembatan Sodongkopo merupakan bangunan yang jadi primadona dan kini tengah menjadi perhatian publik akan pesona dan keindahan maha karya persembahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Jembatan Sodongkopo sebagai penghubung antara Nusawiru dan pantai batu karas Pangandaran, sehingga memangkas waktu tempuh perjalanan lebih singkat.

Baca Juga: Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Proyek Mandek di Era Ridwan Kamil

Pembangunan jembatan Sodongkopo menghabiskan biaya yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Jabar senilai Rp127 Miliar.

Sementara, Masjid Jami Ar Rohman merupakan tempat ibadah yang di dirikan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Dengan desainnya yang unik yaitu kubahnya berbentuk baret dengan warna hijau di balut bintang empat,

Selain itu, menara Masjid Jami Ar Rohman dengan bentuk peluru menambah pesona menghiasi kubah baret hijau. Dan itu merupakan simbol dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).

Tak kalah menarik dari Masjid Ar Rohman dan Jembatan Sodongkopo, yaitu dengan adanya kendaraan perang jenis Panser yang kini menghiasi bundaran di alun-alun Kecamatan Cijulang.

Dan ternyata keberadaan kendaraan perang jenis Panser tersebut merupakan hadiah dari Panglima TNI Jenderal Agus Subianto yang merupakan putera pituin Cijulang Kabupaten Pangandaran.

“Ikon baru Kabupaten Pangandaran memang berada di Cijulang, mulai jembatan Sodongkopo, Masjid Jami Ar Rohman dan Panser,” ungkap Dadi Abidarda salah seorang aktivis Eksponen 96 pituin Cijulang, Sabtu (24/1/2026).

Cijulang, lanjut Dadi, juga memiliki banyak tempat objek wisata dan yang sudah tidak asing lagi antara lain pantai batu karas dan Grand canyon.

“Sepertinya ada 12 objek wisata di Kecamatan Cijulang, mulai pantai, sungai, goa, konservasi alam, desa wisata. Pokoknya semuanya menarik,” tuturnya.

Ungkapan Rasa Bangga

Sebelumnya, Camat Cijulang Pangandaran, H. Tedi, mengungkapkan rasa bangganya atas perhatian Panglima TNI Jenderal Agus Subianto yang telah menghibahkan panser tersebut untuk daerah kelahirannya.

“Sebagai warga asli Cijulang, saya sangat bersyukur. Ini bentuk perhatian luar biasa dari Panglima TNI kepada daerah kami,” kata Tedi melalui sambungan telepon.

Baca Juga: Disparbud Pangandaran: Pedagang di Pantai Karapyak Ditata Sebelum Ramadhan

Penempatan Panser di bundaran Cijulang itu, menurut Tedi, tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga menambah daya tarik visual dan memperkaya identitas wilayah.

Ia menyebut, sejak kehadirannya, tugu panser mulai menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan yang melintas menuju objek wisata Batu Karas.

“Banyak wisatawan yang kini berhenti sejenak untuk berswafoto di lokasi. Ini menjadi daya tarik baru sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Batu Karas,” ujarnya.

Tedi berharap dapat merawat ikon tersebut bersama masyarakat. Kemudian memanfaatkannya sebagai fasilitas publik, sekaligus menjaga kerapian dan kenyamanan kawasan alun-alun.

(Yud’s)

spot_img

Berita Terbaru