CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ketika dunia hobi ayam laga modern terpukau oleh Ayam Bangkok bernilai fantastis hingga miliaran rupiah, tanah Pasundan menyimpan kisah lain yang jauh lebih berharga dari sekadar nominal uang.
Dari Ciamis, lahirlah seekor ayam yang pernah menjadi penentu takdir sebuah kerajaan, Ayam Sentul, simbol keberanian dan legitimasi kekuasaan Kerajaan Galuh.
Ayam ini bukan hanya menang di arena, tetapi juga menjadi kunci kembalinya hak seorang putra mahkota yang terbuang. Namanya abadi dalam sejarah, jauh sebelum istilah “ayam mahal” terkenal dunia.
Baca Juga: Bangunan Lapuk Tak Mampu Tahan Cuaca Ekstrem, Warga Ciamis Mengungsi
Sabung Ayam yang Mengubah Sejarah Galuh
Sekitar tahun 732 Masehi, Kerajaan Galuh dipimpin Prabu Tamperan Barmawijaya, raja yang dikenal gemar menggelar sabung ayam sebagai hiburan istana. Di balik kemeriahan tradisi tersebut, tersimpan kisah kelam perebutan takhta.
Ciung Wanara atau Sang Manarah putra mahkota yang disingkirkan sejak bayi, kembali menuntut haknya. Bukan dengan perang terbuka, melainkan lewat sebuah tantangan berani yang mengguncang istana: adu ayam dengan taruhan setengah wilayah Kerajaan Galuh.
Duel Legendaris di Panyawungan
Di alun-alun kerajaan yang kini terkenal sebagai Situs Panyawungan, Karangkamulyan, dua ayam jantan bertemu.
Ayam raja, Si Kukut Jantur, terkenal besar dan tak terkalahkan. Sementara Ciung Wanara membawa ayam sederhana bernama Si Kakat Ranjang.
Sorak sorai berubah tegang. Dalam pertarungan hidup-mati yang menguras emosi, sejarah mencatat kejutan besar: ayam Ciung Wanara keluar sebagai pemenang.
Kemenangan itu menjadi titik balik. Taruhan ditepati, dan Ciung Wanara mendapatkan kembali hak atas setengah wilayah Galuh langkah awal menuju takhta yang sah.
Asal-usul Nama Ayam Sentul
Menurut budayawan Ciamis, Pandu Radea, kisah Ayam Sentul bermula sejak Ciung Wanara masih bayi. Saat dihanyutkan ke Sungai Citanduy, ia disertai dua butir telur ayam.
Salah satu telur menetas menjadi ayam jantan berbulu abu kekuningan, menyerupai warna buah sentul atau kecapi.
Ayam itulah yang kemudian terkenal sebagai Jalak Harupat, cikal bakal Ayam Sentul Ciamis ayam lokal dengan karakter berani dan kecerdasan alami.
Ayam Lokal dengan Kualitas Raja
Hingga kini, Ayam Sentul tetap menjadi kebanggaan masyarakat Ciamis. Tak hanya sarat nilai sejarah, ayam ini juga unggul secara fisik dan genetik:
- Pertumbuhan cepat, ideal untuk budidaya
- Daya tahan tinggi dan adaptif
- Naluri kuat dan responsif
- Varian warna eksotis, meliputi Sentul Kelabu, Geni, Emas, Abu, dan Batu
Jejak kejayaannya masih berwujud di Situs Karangkamulyan, tempat legenda itu bermula.
Di sana, Ayam Sentul tak sekadar kisah ia dikenang sebagai simbol martabat, perjuangan, dan identitas budaya masyarakat Galuh.
Ayam Sentul bukan hanya ternak. Ia adalah warisan sejarah yang hidup. Merawatnya berarti menjaga ingatan kolektif tentang keberanian dan keadilan.
(Abdul)


