GARUT,FOKUSJabar.id: Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Garut memicu luapan Sungai Cikaso dan menyebabkan kerusakan serius pada Bendungan Leuwi Halang di Kampung Pasantren RW 005, Desa Sirnabakti, Kecamatan Pameungpeuk.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam, 17 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB itu kini mengancam keberlangsungan sektor pertanian setempat.
Camat Pameungpeuk, Dadang Muhidin, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, kerusakan bendungan berdampak langsung pada terganggunya sistem irigasi yang selama ini menjadi sumber pengairan ratusan petani.
Baca Juga: Pemkab Garut Apresiasi Peran NU Jaga NKRI dan Islam Moderat
“Kerusakan ini sangat berpengaruh karena aliran irigasi ke area persawahan tidak lagi berjalan optimal,” ujar Dadang, Jumat (23/1/2026).
Aliran Irigasi Terganggu, 103 Hektar Sawah Terdampak
Kerusakan pada Bendungan Leuwi Halang di laporkan mencapai panjang sekitar 20 meter. Akibatnya, distribusi air ke lahan pertanian seluas 103 hektar menjadi terhambat.
Sejumlah blok persawahan yang terdampak di antaranya Blok Citereup, Blok Medong, Blok Taringgul, Blok Paas Hilir dan Blok Sawah Lega.
Kondisi ini di khawatirkan mengganggu jadwal tanam petani dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi apabila tidak segera di tangani.
Pasca kejadian, pihak Kecamatan Pameungpeuk telah melakukan pemantauan di lokasi serta berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat untuk menindaklanjuti dampak kerusakan tersebut.
“Kami terus melakukan koordinasi lintas sektor. Perlu penanganan cepat agar dampaknya tidak meluas dan petani tidak semakin dirugikan,” tegas Dadang.
Ia berharap perbaikan permanen bendungan dapat segera direalisasikan sehingga fungsi irigasi kembali normal dan aktivitas pertanian masyarakat bisa berjalan seperti semula.
(Y.A. Supianto)


