spot_img
Kamis 22 Januari 2026
spot_img

Wali Kota Tasikmalaya Temui Hafidz OHAN, Tangis Haru Warnai Perjuangan Santri

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana religius dan penuh haru terasa kuat di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Hidayat, Bojong Nangka, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kamis (22/1/2026). Di tempat inilah Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, melakukan kunjungan perdananya untuk bertatap muka langsung dengan peserta program unggulan One Kelurahan One Hafidz (OHAN).

Kunjungan tersebut tidak sekadar agenda seremonial. Dialog yang terjalin antara wali kota, para santri penghafal Al-Qur’an, serta para pembina berlangsung hangat dan sarat emosi.

Semangat para santri yang berjuang menjaga hafalan Al-Qur’an meninggalkan kesan mendalam bagi orang nomor satu di Kota Tasikmalaya itu.

Baca Juga: LSM Fordem Soroti Layanan RSUD Tasikmalaya, DPRD Turun Tangan

Dalam sambutannya, Viman mengungkapkan rasa bangga atas konsistensi para santri yang mengikuti program OHAN. Dari total 61 peserta awal, kini tersisa 49 santri yang mampu bertahan dan menunjukkan komitmen luar biasa selama lebih dari satu bulan pembinaan intensif.

“Perkembangan mereka sangat mengharukan. Bahkan para kiai muda yang membina sampai meneteskan air mata melihat kesungguhan dan keteguhan hati para santri,” ujar Viman.

Ia menilai, santri yang bertahan bukan hanya sedang mengejar capaian hafalan. Namun juga tengah menanamkan nilai istiqomah dan keikhlasan. Menurutnya, perjuangan tersebut tidak hanya berdampak pada diri pribadi santri, melainkan membawa keberkahan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya secara luas.

Menjaga Keberkahan Daerah

Viman juga menyampaikan pesan mendalam kepada para hafidz dan hafidzah. Ia menyebut mereka sebagai penjaga spiritual Kota Tasikmalaya. Dengan menjaga ayat-ayat suci Al-Qur’an, para santri diyakini turut menjaga nilai moral, ketenteraman, dan keberkahan daerah yang dikenal sebagai Kota Santri tersebut.

“Ketika Al-Qur’an terjaga, insyaallah kota ini pun akan dijaga,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menyiapkan arah masa depan bagi para lulusan program OHAN. Para hafidz laki-laki direncanakan mengisi peran strategis sebagai imam di masjid-masjid besar tingkat kecamatan. Sementara hafidzah perempuan diproyeksikan menjadi pendidik Al-Qur’an di madrasah, pesantren, maupun masjid di 10 kecamatan.

Tak hanya itu, Pemkot Tasikmalaya juga tengah merancang penerbitan sertifikat keahlian khusus sebagai pengakuan resmi atas kompetensi hafalan dan keilmuan para peserta OHAN.

Menutup kunjungannya, Viman berkomitmen untuk terus memantau pelaksanaan program OHAN secara berkala di empat zona wilayah Kota Tasikmalaya. Ia menegaskan, program ini bukan sekadar simbolik, melainkan ikhtiar nyata mencetak generasi Qurani yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi bagi masa depan daerah.

“Kalian adalah benteng Kota Tasikmalaya. Hafidz dan hafidzah adalah penjaga ayat-ayat suci Al-Qur’an,” pungkasnya.


(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru