spot_img
Rabu 21 Januari 2026
spot_img

Greenland Rebutan Negara Besar, Kenapa?

DENMARK, FOKUSJabar.id: Pulau terbesar di dunia, Greenland belakangan ini kerap muncul dalam pembahasan geopolitik global.

Saat ini bukan lagi di pandang sekadar wilayah es di Kutub Utara. Namun sudah menjadi titik penting dalam persaingan kekuatan besar.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto: Inggris Siap Berinvestasi di Indonesia

Mengutip IDN Times, sejumlah media internasional menyoroti bagaimana posisi strategis, kekayaan alam dan dinamika politik membuat Greenland semakin di lirik banyak negara.

Greenland berada di jalur krusial antara Amerika Utara dan Eropa. Sekaligus dekat dengan wilayah Arktik yang makin terbuka akibat perubahan iklim.

The Guardian melansir, mencairnya es membuka jalur pelayaran baru dan menjadikan kawasan sekitar Greenland sebagai garis depan baru dalam persaingan Amerika Serikat dan Rusia.

Analisis dari Belfer Center Harvard juga menyebut, Greenland penting bagi sistem pertahanan dan peringatan dini AS. Terutama karena keberadaan pangkalan militer di wilayah tersebut.

Situasi itu di perkuat laporan Business Standard yang menilai Greenland sebagai aset strategis di tengah meningkatnya ketegangan global.

Selain faktor militer, juga menyimpan cadangan mineral penting dalam jumlah besar.

Menurut Anadolu Agency (AA), wilayah ini kaya akan mineral kritis seperti rare earth elements yang dibutuhkan untuk teknologi modern. Mulai dari energi terbarukan hingga industri pertahanan.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto Pimpin Rapat Terbatas dari London

Media Mining.com.au menyoroti, kekayaan ini membuat Greenland relevan dalam strategi NATO dan negara Barat untuk mengamankan pasokan bahan baku di luar Cina.

Isu mineral ini juga dibahas The Guardian sebagai salah satu alasan utama masuk dalam peta kepentingan global.

Minat negara besar terhadap Greenland memicu respons dari pemimpin lokal dan sekutu Eropa.

India News Network menyebut, pemimpin Greenland secara terbuka mengkritik ketertarikan Amerika Serikat yang dinilai mengabaikan aspirasi rakyat setempat.

Sementara The Guardian edisi lain menyoroti pernyataan pejabat Uni Eropa yang menilai tekanan politik terkait Greenland sebagai langkah keliru dan berpotensi memicu ketegangan baru.

Kondisi tersebut menunjukkan, wilayah itu bukan hanya objek perebutan. Namun juga aktor yang berusaha menentukan masa depannya sendiri.

Greenland kini berada di persimpangan antara geopolitik, ekonomi dan perubahan iklim.

Posisi strategis di Arktik, kekayaan mineral bernilai tinggi serta meningkatnya persaingan global membuat pulau ini semakin sering menjadi sorotan dunia.

Perebutan pengaruh di pulau itu bukan isu sementara. Melainkan bagian dari dinamika jangka panjang yang akan terus berkembang.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru