spot_img
Rabu 21 Januari 2026
spot_img

Etawaku Platinum Menjaga Energi Puasa di Tengah Ritme Kota yang Tak Pernah Berhenti

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjalani ibadah puasa di tengah padatnya aktivitas perkotaan menuntut pengelolaan energi yang lebih cermat.

Target pekerjaan tetap tinggi, mobilitas tak berkurang, sementara tubuh harus beradaptasi dengan jam makan yang terbatas. Sehingga, pengaturan asupan menjadi kunci utama agar produktivitas dan kualitas ibadah tetap terjaga sepanjang Ramadan.

Bagi masyarakat urban yang dinamis, kebutuhan energi tidak bisa lagi dipenuhi dengan asal-asalan. Tubuh membutuhkan nutrisi yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mampu dikonversi menjadi tenaga secara efisien. Tanpa dukungan asupan yang tepat, rasa lemas dan sulit fokus kerap datang jauh sebelum waktu berbuka.

BACA JUGA: Susu Kambing Etawa Terbukti Redakan Radang Lambung, Temuan Mahasiswa Doktoral Asal Ciamis

Memahami ritme biologis selama berpuasa menjadi penting. Asupan yang tepat membantu tubuh tetap waspada, tidak mudah mengantuk, dan mampu menjalankan tanggung jawab profesional maupun ibadah dengan optimal.

Sahur Berkualitas, Energi Lebih Tahan Lama

Kebiasaan mengejar rasa kenyang dengan karbohidrat berlebih saat sahur masih sering ditemui. Padahal, pola ini justru membuat energi cepat turun dan rasa lapar datang lebih awal. Tubuh membutuhkan asupan yang memberi tenaga stabil, bukan lonjakan sesaat.

Protein dan mineral yang mudah dicerna menjadi pilihan yang lebih bijak. Susu kambing etawa, misalnya, dikenal memiliki struktur lemak yang lebih halus sehingga lebih bersahabat bagi sistem pencernaan, terutama di waktu sahur ketika tubuh baru terbangun.

Brand Manager Etawaku Platinum, Devi Eliya, menyebutkan bahwa waktu sahur merupakan momen ideal untuk mengonsumsi asupan bernutrisi tersebut.

“Satu gelas saat sahur membantu tubuh mendapatkan energi bertahap untuk menunjang aktivitas seharian,” kata Devi.

Dengan cadangan energi yang lebih stabil, tubuh tetap mampu menghadapi mobilitas tinggi, bahkan di bawah terik matahari, tanpa cepat kehilangan stamina.

Berbuka dengan Pemulihan yang Efisien

Setelah lebih dari 12 jam berpuasa, tubuh membutuhkan asupan yang cepat diserap tanpa membebani kerja lambung. Momen berbuka menjadi titik krusial untuk mengembalikan cairan, elektrolit, sekaligus energi yang terkuras sepanjang hari.

Bagi masyarakat urban yang kerap berbuka di sela perjalanan atau di tengah lembur, solusi praktis yang tetap sehat menjadi kebutuhan.

Asupan yang ringan, mudah dicerna, dan cepat memberi efek segar dinilai lebih relevan dibanding makanan berat dalam porsi besar.

Devi menganjurkan Etawaku Platinum dikonsumsi setelah berbuka puasa. Satu gelas setelah berbuka membantu tubuh pulih lebih cepat.

“Karakteristik susu kambing etawa memungkinkan energi kembali tanpa membuat tubuh terasa berat,” kata dia.

Kombinasi konsumsi saat sahur dan berbuka membantu menjaga stamina tetap konsisten, sehingga aktivitas malam seperti ibadah tarawih dapat dijalani dengan kondisi fisik yang prima.

Produktif dan Khusyuk di Bulan Ramadan

Menjalani Ramadan di lingkungan urban tidak harus berarti menurunkan standar produktivitas. Dengan pemanfaatan nutrisi fungsional yang tepat, pekerjaan dan ibadah justru dapat berjalan seimbang.

Kebiasaan sederhana seperti menyeduh segelas susu kambing etawa berkualitas menjadi bentuk perhatian pada tubuh sendiri. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar dalam menjaga energi, fokus, dan daya tahan sepanjang hari.

Di tengah ritme kota yang nyaris tak pernah berhenti, pilihan asupan yang cerdas menjadi investasi penting agar setiap target tercapai, dan setiap ibadah dijalani dengan penuh kekuatan dan kesadaran.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru