GARUT, FOKUSJabar.id: Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) kembali mencuri perhatian para pelancong melalui destinasi wisata alam terbarunya, Agrowisata Tepas Papandayan.
Tepas Papandayan lokasinya di belakang Gunung Papandayan. Tepatnya di Kecamatan Cisurupan.
Tempat ini tengah viral di berbagai platform media sosial karena menawarkan sensasi berendam air hangat dengan pemandangan pegunungan yang ikonik.
BACA JUGA:
Kunjungan ke Situ Cipanten Majalengka Hingga 27 Ribu Wisatawan
Agrowisata Tepas Papandayan hadir dengan konsep wisata terpadu yang menggabungkan keindahan alam, edukasi pertanian dan fasilitas relaksasi.

Daya tarik utamanya adalah kolam pemandian air panas alami yang jernih. Banyak pengunjung menyebut, tempat itu memberikan suasana layaknya berendam di Onsen (pemandian air panas tradisional) khas Jepang.
Panorama dua gunung keunikan lokasi ini ada pada letak geografisnya. Pengunjung dapat menikmati kegagahan Gunung Papandayan di sisi belakang dan hamparan pemandangan Gunung Cikuray di depan mata.
Suasana udara pegunungan yang sejuk menjadikan destinasi ideal bagi warga perkotaan yang ingin melepas penat atau healing.
Tak hanya sekadar tempat berendam, pengelola Tepas Papandayan menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk memanjakan wisatawan. Di antaranya:
- Kebun Edukasi
Terdapat kebun sayur dan stroberi. Di mana pengunjung bisa belajar mengenai dunia pertanian.
2. Area Camping Ground
Fasilitas bagi wisatawan yang ingin bermalam dan menikmati suasana malam pegunungan.
3. Fasilitas Umum
Kafe, restoran dan gazebo untuk bersantai serta penginapan bagi yang enggan berkemah.
Harga Tiket Ramah di Kantong
Salah satu faktor utama yang membuat tempat ini viral adalah harga tiket masuknya yang sangat terjangkau. Yakni, tarif masuk bagi pengunjung dewasa Rp10 ribu dananak-anak Rp5 ribu.
BACA JUGA:
Bupati Garut Fokus Perbaikan Infrastruktur Objek Wisata Darajat
Wisatawan yang tertarik berkunjung dapat datang kapan saja. Pasalnya, Agrowisata Tepas Papandayan buka 24 jam setiap hari.
Strategi harga yang kompetitif dan jam operasional yang fleksibel ini terbukti efektif menarik ribuan pengunjung. Terutama pada masa libur panjang.
Dengan perpaduan pemandangan “mewah” dan biaya yang ekonomis, Agrowisata Tepas Papandayan di prediksi akan terus menjadi magnet pariwisata unggulan Kabupaten Garut.
Cikal Bakal Tepas Papandayan
Berawal dari sebuah mimpi besar untuk menghadirkan suasana pemandian air panas khas Jepang atau Onsen di tanah kelahirannya, Muhammad Fardianudin (Pak Mpoe), kini sukses mengembangkan Tepas Papandayan.
Destinasi agro wisata yang terletak di perbatasan Desa Cisurupan dan Desa Karamatwangi Kecamatan Cisurupan ini terus menunjukkan tren positif sejak resmi di luncurkan pada 2023 lalu.
Nama “Tepas” sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti teras atau buruan rumah.
Pemilihan nama ini bukan tanpa alasan. Filosofinya adalah menjadikan tempat ini sebagai “halaman depan” atau tempat singgah yang ramah bagi wisatawan sebelum mereka menuju Gunung Papandayan.
Sinergi Desa dan Pemberdayaan Petani Lokal
Keberhasilan Tepas Papandayan tidak lepas dari kolaborasi apik antara pengelola, pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Muhammad Fardianudin mengungkapkan, visi pembangunannya sejalan dengan konsep Desa Wisata yang di usung Kepala Desa.

“Alhamdulillah, saya dan Pak Kades satu frekuensi. Kami memiliki gagasan yang sama untuk membangun desa melalui optimalisasi sumber daya alam yang ada,” ungkap Pak Mpoe kepada FOKUSJabar.
Tak hanya fokus pada fasilitas wisata, pihak pengelola juga menggandeng petani lokal untuk memajukan sektor agro di sekitar kawasan.
Melalui sosialisasi rutin, para petani di libatkan secara aktif. Mereka kini mulai merasakan dampak positif secara ekonomi dari kehadiran wisatawan.
BACA JUGA:
Putri Karlina Ajak Perempuan Garut Perangi Pernikahan Dini
Keunggulan Air Jernih dan Keamanan 24 Jam
Salah satu daya tarik utama Tepas Papandayan adalah kejernihan airnya yang langsung dari sumber mata air Gunung Papandayan.
Untuk menjaga kualitas tersebut, pengelola memasang sistem filter khusus agar air kolam tetap bersih dan sehat bagi pengunjung.
Sebagai destinasi yang beroperasi 24 jam, faktor keamanan menjadi prioritas utama.
Pengelola menyiagakan tim sekuriti dan tim “Kemcer” (Camping Ceria) yang melibatkan warga dari Dusun 1 dan Dusun 2. Keamanan kawasan juga didukung penuh oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
“Untuk kenyamanan, kami menerapkan sistem buka-tutup jika kapasitas pengunjung telah mencapai batas maksimal. Yakni sekitar 750-1 ribu orang,” katanya.
Meski telah viral di media sosial dan mengalami lonjakan pengunjung, Pak Mpoe mengaku tidak ingin berpuas diri.
BACA JUGA:
Bupati Garut Tinjau Kebun Mawar Situhapa
Saat ini, fokus utama adalah pembenahan fasilitas dasar dan rencana pengembangan jangka panjang.
“Insya Allah ke depannya kami berencana menambah fasilitas kolam, toilet serta membangun etalase agro di area bawah sebagai pusat produk petani lokal,” ujarnya.
Dengan komitmen menjaga kelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat, Tepas Papandayan di harapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi. Namun juga motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi warga di kaki Gunung Papandayan.
(Y.A. Supianto)


