MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Mengawali tahun 2026, obyek wisata Situ Cipanten di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, mencatatkan prestasi gemilang.
Hanya dalam dua pekan pertama di bulan Januari, destinasi yang dikenal dengan airnya yang sebening kaca ini telah diserbu sebanyak 27.667 pengunjung.
Lonjakan drastis ini membuktikan bahwa Situ Cipanten bukan lagi sekadar wisata lokal, melainkan magnet utama pariwisata di Jawa Barat.
Baca Juga: Buka Dapur Anggaran, Desa Gunungkuning Majalengka Tetapkan Standar Baru Transparansi Desa
Berdasarkan data pengelola Situ Cipanten, puncak keramaian terjadi pada hari libur Tahun Baru dengan angka kunjungan mencapai 4.853 orang dalam sehari.
Tren positif ini berlanjut pada Minggu, 11 Januari 2026, dengan 4.527 pengunjung, dan Minggu, 17 Januari 2026, sebanyak 2.764 pengunjung.
Direktur BUMDES Desa Gunungkuning sekaligus Pengelola Situ Cipanten, Yosep Hendrawan, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama membludaknya pengunjung adalah momen spesial tebar benih ikan.
”Lonjakan pada 11 Januari terjadi karena kehadiran tamu istimewa, Irfan Hakim dan Bos Koi Hartono Soekwanto. Mereka menebar ribuan Ikan Koi Sultan yang menarik perhatian ribuan pasang mata wisatawan,” ujar Yosep, Senin (19/1/2026).
Situ Cipanten kini bertransformasi menjadi destinasi kelas dunia. Tidak hanya menawarkan keindahan 7 sumber mata air yang jernih, pengelola telah menyuntikkan berbagai fasilitas premium:
Koi Sultan Peranakan Jepang: Kini terdapat lebih dari 2.000 ekor Koi berkualitas dunia di danau ini. Nilainya tidak main-main, ada yang setara dengan harga mobil Pajero Sport hingga Avanza.
Perahu Transparan: Pengunjung bisa menikmati keindahan “fauna mewah” ini secara langsung dari atas perahu transparan, memberikan sensasi seolah berjalan di atas air.
Kebun Anggur & Glamping: Bagi pecinta alam yang ingin menginap, kini tersedia area glamping (glamorous camping) dengan fasilitas tenda lengkap serta kebun anggur yang menambah estetika lokasi.
Pendapatan Naik 200 Persen
Keberhasilan Situ Cipanten berdampak langsung pada kesejahteraan warga Desa Gunungkuning. Yosep memaparkan bahwa pada tahun 2025, total pendapatan desa dari sektor ini mencapai Rp2,5 Miliar.
Baca Juga: Panggilan Jiwa Bos Koi Hartono Soekwanto untuk Situ Cipanten Majalengka
”Dengan antusiasme luar biasa di awal 2026 ini, kami optimistis target pendapatan bisa meningkat hingga 200 persen. Kami ingin menjadikan Situ Cipanten sebagai obyek wisata edukasi unggulan, tidak hanya di Jawa Barat tapi hingga tingkat global,” tegasnya.
Selain udara yang sejuk dan panorama alam yang asri, Situ Cipanten tetap menjalankan fungsi alaminya sebagai sumber air bagi ribuan warga dan petani di Majalengka.
Perpaduan antara kelestarian alam, edukasi satwa (Koi), dan fasilitas modern menjadikannya destinasi yang wajib masuk dalam bucket list liburan Anda tahun ini.
Ingin merasakan sensasi melihat Koi Sultan dari perahu transparan? Segera agendakan kunjungan Anda ke Situ Cipanten, Majalengka.
(Abdul)


