TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pasar Cikurubuk, pasar tradisional terbesar di kawasan Priangan Timur yang selama puluhan tahun menjadi denyut ekonomi Kota Tasikmalaya, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Ironisnya, situasi ini terjadi jelang rencana kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Selasa (20/1/2026).
Ratusan kios di pasar yang berlokasi di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi tersebut tampak tertutup. Aktivitas jual beli kian lesu, memaksa banyak pedagang menghentikan usaha karena minimnya pembeli.
Baca Juga: Besok, Wapres Gibran Rakabuning Raka Kunker ke Tasikmalaya
Berdasarkan data di Blok B-2 Pasar Cikurubuk, dari total 2.775 kios dan los yang tersedia, lebih dari 1.000 unit kini tercatat tutup total. Kondisi ini menjadi sinyal darurat bagi keberlangsungan pasar rakyat yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat kecil.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, mengakui bahwa pasar tradisional saat ini berada dalam tekanan berat. Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat akibat pesatnya pertumbuhan pasar modern dan platform daring menjadi tantangan serius.
“Pasar tradisional kini harus berhadapan dengan persaingan yang tidak mudah. Pasar modern dan belanja online berkembang sangat cepat dan ini berdampak langsung pada eksistensi pasar rakyat,” ujar Dicky Candra saat ditemui, Senin (19/1/2026).
Ia menegaskan, persoalan Pasar Cikurubuk bukan sekadar urusan pedagang semata, melainkan persoalan bersama yang harus segera dicarikan solusi oleh pemerintah.
“Keluhan pedagang sangat nyata. Kita tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari langkah konkret agar pasar ini tidak terus terpuruk,” katanya.
Ia mengungkapkan, berbagai pihak terlibat untuk membahas penanganan Pasar Cikurubuk, mulai dari Sekretaris Daerah, Asisten Daerah II, Bappeda Provinsi Jawa Barat, Bappelitbangda Kota Tasikmalaya hingga Inspektorat.
Ikon Ekonomi Kota Tasikmalaya
Menurutnya, Pasar Cikurubuk merupakan ikon ekonomi Kota Tasikmalaya yang sayang jika harus ditinggalkan dan kehilangan fungsi strategisnya.
“Pasar Cikurubuk ini wajah Kota Tasikmalaya. Kalau sampai mati suri, tentu sangat sayang sekali. Target kami bagaimana pasar ini bisa hidup kembali dan ramai seperti dulu,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Tasikmalaya tengah mengkaji penataan ulang pasar, mulai dari peningkatan akses jalan, perbaikan infrastruktur pendukung, hingga penguatan aspek promosi agar pasar kembali masyarakat minati.
Bahkan, Ia menyatakan kesiapannya untuk turun langsung membantu promosi Pasar Cikurubuk dengan memanfaatkan latar belakangnya sebagai figur publik.
“Kalau dibutuhkan, saya siap menjadi bagian dari promosi. Gratis. Ini demi membantu pedagang dan menggerakkan kembali ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembenahan tata kelola pasar harus menyentuh berbagai aspek, termasuk pelayanan, keamanan, kenyamanan, serta inovasi promosi agar pasar tradisional mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
(Seda)


