LEMBATA, FOKUSJabar.id: Bahaya erupsi Gunung Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) di perluas Badan Geologi.
Mengutip kompas.com, radius bahaya yang di tetapkan sebelumnya 2,5 kilometer. Kini menjadi 3 kilometer dari pusat kawah.
BACA JUGA:
Badan Geologi: Status Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Level 3
Keputusan tersebut di ambil setelah status level II waspada gunung Ile Lewotolok naik menjadi level III siaga, Minggu (18/1/2026) kemarin.
Untuk itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria meminta warga sekitar maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas di area tersebut.
“Masyarakat dan wisatawan di imbau untuk tidak memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok,” tegas Lana.
Menurut Dia, Badan Geologi juga telah memetakan zona rekomendasi kawasan rawan bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok.
Zona rekomendasi tersebut. Yakni, radius 1-2 kilometer sangat berpotensi terdampak awan panas, aliran lava, guguran lava, gas beracun, lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.
Radius 4 kilometer berpotensi terkena dampak awan panas, aliran dan guguran lava.
Sedangkan radius 7 kilometer berpotensi terkena dampak banjir lahar hujan, hujan abu serta lontaran batu pijar.
BACA JUGA:
Bahaya! Jalur Kereta Api di Pekalongan Terendam Banjir
Badan Geologi sebelumnya mencatat, pada periode pengamatan 1 Junari-15 Januari 2026, terdeteksi sebanyak 2.713 kali gempa erupsi, 4.391 kali embusan, 5 kali guguran, 834 kali tremor non-harmonik, 7 kali gempa hybrid.
Kemudian, 13 kali gempa vulkanik dangkal, 25 kali gempa vulkanik dalam, 8 kali gempa tektonik pokal, dan 8 kali gempa tektonik jauh.
Data kegempaan yang terekam selama periode 16 Januari hingga 18 Januari 2026 hingga pukul 06.00 Wita, tercatat 831 kali gempa erupsi, 925 kali gempa embusan, 1 kali gempa vulkanik dalam.
(Bambang Fouristian)


