GARUT,FOKUSJabar.id: Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Garut. Salah satunya melalui kegiatan Exploring IPB 2026 yang digelar di Gedung Pendopo Garut, Sabtu (17/1/2026), hasil kolaborasi antara Pemkab Garut dan mahasiswa asal Garut yang tengah menempuh pendidikan di IPB University.
Kegiatan ini menyasar para siswa tingkat menengah atas dengan tujuan mengenalkan dunia pendidikan tinggi berbasis sains dan pertanian, sekaligus membuka wawasan tentang peluang studi dan karier di sektor strategis penopang ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Ahmad Fazri Pimpin IPM Garut, Targetkan Pengurangan Plastik 40 Persen
Ketua Pelaksana Exploring IPB 2026 Kabupaten Garut, Rakheyan Rommy Ardyansyah, menjelaskan acara tersebut dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kehidupan kampus di IPB University.
“Melalui kegiatan ini, siswa bisa berdiskusi langsung mengenai jalur masuk perguruan tinggi negeri. Kemudian pengenalan fakultas dan jurusan, hingga prospek karier setelah lulus,” ujar Rommy.
Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong minat pelajar Garut untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Khususnya di bidang sains dan pertanian, serta kelak kembali berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Dukungan penuh juga disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Margiyanto, yang mendorong generasi muda Garut agar berani menempuh pendidikan di IPB University.
Reputasi Kuat IPB
Menurutnya, IPB merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan reputasi kuat dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Peran IPB dinilai sangat strategis dalam mendukung visi nasional terkait swasembada dan ketahanan pangan.
“IPB telah melahirkan banyak tokoh dan profesional yang berkontribusi besar. Ini kampus yang sangat relevan dengan kebutuhan bangsa, terutama di sektor pangan,” kata Margiyanto.
Ia juga menyoroti posisi Kabupaten Garut sebagai salah satu daerah penyangga pangan penting di Jawa Barat bahkan nasional. Namun demikian, Margiyanto mengingatkan adanya tantangan serius berupa penyusutan lahan pertanian berkelanjutan yang perlu diantisipasi dengan kesiapan sumber daya manusia.
“Sektor pertanian membutuhkan SDM yang konsisten dan kompeten. Kami berharap putra-putri Garut yang kuliah di IPB dapat kembali ke daerah dan berperan aktif menjaga serta mengembangkan kebijakan strategis pertanian,” ujarnya.
Margiyanto turut berpesan bahwa masuk ke perguruan tinggi negeri seperti IPB bukan perkara instan. Diperlukan perencanaan matang, latihan yang konsisten, serta pemahaman terhadap jalur seleksi yang akan ditempuh.
“Strategi dan pengukuran kemampuan diri itu penting. Tentukan jalur yang akan diambil sejak dini, terutama bagi yang memilih jalur ujian tertulis,” tambahnya.
Melalui kegiatan Exploring IPB 2026 ini, Pemkab Garut berharap para siswa mendapatkan pemahaman utuh mengenai dunia perkuliahan. Serta peluang karier di bidang sains dan pertanian, sektor yang kini semakin dibutuhkan dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
(Y.A. Supianto)


