spot_img
Jumat 16 Januari 2026
spot_img

Puncak Coklat Kita Silatusantren 2025 Digelar di Gunung Puntang, Santri Diajak Cintai Lingkungan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Coklat Kita Silatusantren 2025 mencapai puncaknya yang digelar di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Kamis-Jumat (15–16/1/2026). Acara puncak silaturahmi pesantren di Jawa Barat yang mengambil tema Tadabbur Alam diikuti ratusan santri dan perwakilan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.

Perwakilan Coklat Kita, Yudi Wate Angin menuturkan, kegiatan Coklat Kita Silatusantren 2025 ini digelar secara berangkai di 15 kota/kabupaten di Jawa Barat. Di tahun 2025, penyelenggara tidak hanya memberikan ruang silaturahmi bagi para santri yang berasal dari pondok pesantren di Jabar tapi juga menjadi ruang edukasi hingga mencintai alam sekitar.

“Setelah berkeliling di 15 kota/kabupaten di tahun ini, acara Coklat Kita Silatusantren 2025 mencapai puncaknya di Gunung Puntang dengan mengambil tema Taddabur Alam. Tema yang diambil di kegiatan puncak Silatusantren 2025 ini sejalan dengan tema besar di tahun ini yakni Bukti Bakti Cinta Pondokku, Lingkunganku, Kebanggaanku,” kata Yudi di sela-sela kegiatan, Kamis (15/1/2026) malam WIB.

silatusantren coklat kita
Penampilan Ai Khodijah and Friend saat menghibur para santri peserta Coklat Kita Silatusantren 2025 – Taddabur Alam di Gunung Puntang. (FOTO: Ageng)

Coklat Kita Silatusantren 2025 – Taddabur Alam yang digelar di Gunung Puntang, lanjut Yudi, diikuti oleh 131 pondok pesantren yang masing-masing mengirimkan dua orang santri sebagai perwakilannya ditambah 15 perwakilan pimpinan pondok pesantren di Jabar. Rangkaian acara dimulai dengan edukasi terkait cara memilih dan menyembelih hewan kurban yang dilanjutkan dengan cara memilih, memilah, sekaligus memanfaatkan sampah.

“Kita berharap apa yang diberikan pada acara kali ini bisa menjadi bekal hidup tambahan bagi para santri sehingga bisa mereka manfaatkan saat kembali ke pondok pesantren masing-masing dan atau saat berada di masyarakat. Acara ini digelar tidak sekadar seremonial, tapi juga memberikan ilmu atau life skill baru bagi para santri,” Yudi menerangkan.

silatusantren coklat kita
Penghargaan bagi pondok pesantren pada acara Coklat Kita Silatusantren 2025. (FOTO: Ageng)

Acara dilanjutkan dengan salat berjamaah, tawassul, bersholawat, pemberian penghargaan bagi pondok pesantren terbersih di setiap masing-masing daerah (DSO) di Jabar, hingga talkshow bertema lingkungan yang menghadirkan Dr. Zastrouw (Gus Astro), Budi Dalton, serta King Salman. Tak hanya itu, para santri pun dihibur dengan penampilan Ai Khodijah and Friend (AKAF) yang mampu menghangatkan cuaca dingin di kawasan Gunung Puntang.

“Kita memilih lokasi kegiatan puncak Silatusantren 2025 di Gunung Puntang dengan tema Tadabbur Alam ditujukan agar para santri bisa benar-benar menyatu dan mensyukuri nikmat Allah SWT secara langsung di alam terbuka. Insya Allah, kegiatan Silatusantren ini akan kembali digelar di tahun 2026,” Yudi menegaskan.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in, Bojong, Purwakarta, K.H. Agus Aliyudin mengapresiasi kegiatan Silatusantren yang diinisiasi Coklat Kita. Kegiatan yang tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antar pondok pesantren dan santri di Jabar ini, memberikan dampak dan manfaat yang nyata bagi para santri.

“Manfaat paling utama yang kami rasakan adalah bertambahnya literasi para santri. Salah satunya tekait pengelolaan sampah karena selama ini belum ada kurikulum di pondok pesantren tekait itu. Ini menjadi tambahan ilmu bagi para santri,” kata K.H. Agus.

silatusantren coklat kita
Talkshow pada acara Coklat Kita Silatusantren 2025 – Taddabur Alam. (FOTO: Ageng)

Pondok pesantren yang dikelolanya, diakuinya, telah mengikuti kegiatan Silatusantren yang digelar Coklat Kita sejak tahun 2024. Ilmu yang diterima sudah diterapkan di pondok pesantren yang dia kelola serta pondok pesantren lain di wilayah Purwakarta.

“Di Purwakarta sendiri ada komunitas pondok pesantren dan lima diantaranya diundang secara khusus untuk hadir di acara puncak acara Coklat Kita Silatusantren 2025 – Tadabbur Alam ini. Kami, pondok pesantren di Purwakarta, sudah berkolaborasi cukup lama dengan Coklat Kita dan berbagai manfaat pun sudah kami rasakan. Satu diantaranya pola pikir baru para santri tentang kebersihan dan kepedulian lingkungan mulai terbentuk sehingga pondok pesantren tidak hanya tempat pendidikan agama tapi juga pusat pembelajaran nilai-nilai kehidupan serta membangun kecintaan terhadap alam yang merupakan ciptaan Allah SWT sesuai prinsip rahmatan lil’alamin,” K.H. Agus menjelaskan.

Antusiasme positif pun disampaikan perwakilan santri yang menjadi peserta Coklat Kita Silatusantren 2025 – Taddabur Alam. Salah satunya Amrin Hakim yang merupakan perwakilan santri dari Pondok Pesantren Al-Bukhori, Kabupaten Majalengka.

“Sebagai santri, kami selama ini belajar dan mendalami ilmu agama di pondok pesantren. Melalui acara Silatusantren ini, kami mendapatkan wawasan baru diantaranya tentang pengelolaan sampah hingga cinta lingkungan,” kata Amrin.

silatusantren coklat kita
Para santri peserta Coklat Kita Silatusantren 2025 – Taddabur Alam ikut bernyanyi bersama Ai Khodijah and Friend. (FOTO: Ageng)

Amrin yang sudah ‘mondok’ lebih dari 10 tahun di Pondok Pesantren Al-Bukhori, Kabupaten Majalengka, mengakui jika ilmu pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik, yang didapatkan dari acara Silatusantren sangat bermanfaat sebagai bekal setelah lulus dari pesantren. Ilmu tambahan yang diperoleh menjadi sangat penting sebagai bekal tambahan untuk diterapkan di pondok pesantren serta saat terjun ke masyarakat.

“Termasuk tentang kepedulian terhadap lingkungan, bagaimana kita menyatu dengan alam, mencintai alam, hingga menjaga alam sebagai tanda kebesaran Allah SWT sekaligus salah satu bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk meningkatkan keimanan kita. Kami pun berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” Amrin menegaskan.

(ageng)

spot_img

Berita Terbaru