CIAMIS, FOKUSJabar.id: Telephone umum koin yang kini masih terpasang di salah satu dinding pasar manis Ciamis, merupakan saksi bisu juga kenangan indah pada masanya.
Belasan tahun lalu, telephon koin umum merupakan alat komunikasi yang sempat menjadi primadona bagi para penggunanya. Khususnya, kaula muda juga kaum pelajar di era tahun 1990an.
“Belasan tahun yang lalu sekitar tahun 1990 sampai 2003 telepon koin selalu menjadi tempat untuk menyambung silaturahmi maupun berbagai keperluan bisnis setiap orang,” kata Yoyo warga Pasar Manis Ciamis. Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Harga Bawang Putih di Pasar Manis Ciamis Naik
Namun, kata Yoyo, semua itu tinggal kenangan manis saja. Karena, seiring dengan semakin canggihnya alat komunikasi. Telephone koin merupakan sebuah saksi perjalanan kehidupan manusia.
“Dulu pengguna telephone koin di pasar manis ciamis, sampai ngantri. Karena waktu itu alat komunikasi cuma telephone biasa saja yang di pasang di rumah atau kantor,” tuturnya.
Setiap perjalanan hidup, kata dia, memang selalu melahirkan sebuah kenangan yang menjadi cerita bagi setiap manusia khususnya pengguna telephone koin.
“Kehidupan ini pasti ada masanya, ada masanya jaya juga sebaliknya. Telephone koin di blok B pasar manis Ciamis adalah salah satu saksi bisu akan kejayaannya di masa lalu,” jelasnya.
Kehidupan Berputar
Maka dengan itu, lanjut Yoyo, kehidupan tentunya berputar. Maka setiap kejayaan ada masanya. Begitu juga dengan perjalanan manusia akan terhempas oleh waktu.
Baca Juga: Roti Kedaluwarsa dalam Paket MBG, Orangtua Siswa SMPN 2 Ciamis Soroti Kinerja Dapur
“Dan pada akhirnya, sejak tahun 2007. Telephon umum koin di pasar manis ciamis, adalah saksi sebuah kejayaan alat komunikasi,”ucapnya.
Dengan itu, Yoyo menambahkan, telephon koin umum di pasar manis Ciamis salah satu kenangan yang mendalam bagi setiap orang yang pernah menggunakannya.
“Tiga telepon umum koin itu masih ada di tempatnya. Dan menjadi bukti bahwa dulu merupakan primadona. Sebelum tergilas oleh pesatnya alat komunikasi berupa Hand Phone. Namun yang indah itu adalah kenangan,” pungkasnya.
(Husen Maharaja)


