SUMATERA BARAT, FOKUSJabar.id: Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali meletus, Selasa (13/1/2026) pada pukul 19.59 WIB.
Mengutip kompas.com, Gunung yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Agam itu melontarkan abu vulkaniknya. Namun tinggi kolomnya tak teramati.
BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Jangkau 5 Km
“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dengan durasi 35 detik,” kata petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA), Teguh Purnomo.
Sebelumnya, Gunung ini juga meletus pada Kamis (8/1/2026) pagi dan tinggi kolom tidak teramati.
Menurut Teguh, Gunung Marapi berstatus Level II Waspada. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak mendekati dan beraktivitas 3 kilometer dari kawah.
“Kami imbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi selalu waspada potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi. Terutama di saat hujan,” kata Teguh.
Pihaknya juga mengimbau warga agar menggunakan masker jika terjadi hujan abu. Sebab bisa membahayakan kesehatan.
Sebelumnya, Gunung Marapi meletus pada 3 Desember 2023 lalu dan menewaskan 23 pendaki yang berada di atasnya.
Setelah itu, Marapi terus erupsi dan melontarkan abu vulkanik.
BACA JUGA:
BMKG: Gelombang Tinggi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia
Bencana Marapi terus berlanjut dengan terjadinya banjir lahar pada Sabtu (11/5/2024) lalu dengan menewaskan 60 warga di Tanah Datar, Agam dan Padang Pariaman.
Sebagai informasi, Gunung Marapi di Sumatera Barat adalah gunung berapi sangat aktif di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
Ketinggiannya mencapai 2.891 mdpl, sering meletus dan baru-baru ini mengalami aktivitas signifikan. Termasuk erupsi pada awal Desember 2023 yang menewaskan pendaki.
(Bambang Fouristian)


