spot_img
Selasa 13 Januari 2026
spot_img

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Cipeuteuy Tasikmalaya Tagih Janji Realisasi Perbaikan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kesabaran warga terkait realisasi perbaikan jalan Cipeuteuy, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, kian menipis. Akses jalan utama yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, justru berubah menjadi jalur penuh penderitaan akibat kerusakan parah yang tak kunjung diperbaiki.

Memasuki tahun 2026, harapan masyarakat akan perbaikan jalan tersebut masih sebatas janji. Belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah, sementara kondisi jalan terus memburuk dan berdampak langsung pada kehidupan warga.

Baca Juga: Rakyat Gigit Jari, Rp30,6 Miliar APBD Kota Tasikmalaya Menguap di PJU

Bagi Nuning dan ratusan warga lainnya, melintasi jalan Cipeuteuy bukan lagi soal kenyamanan, melainkan perjuangan harian. Saat musim kemarau, debu tebal beterbangan dan masuk ke rumah-rumah warga, memicu gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sebaliknya, ketika hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin akibat ketiadaan sistem drainase yang memadai.

“Kalau kemarau debunya luar biasa, kalau hujan jalannya seperti sungai. Kami sudah bosan dengan janji. Pemerintah selalu datang memberi harapan, tapi realisasinya tidak pernah ada,” keluh Nuning dengan nada kecewa.

Warga menduga kerusakan jalan semakin parah akibat lalu lalang truk pengangkut pasir dengan muatan berlebih yang melintas setiap hari tanpa pengawasan ketat. Beban kendaraan berat tersebut dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur jalan yang sejak awal tidak dirancang menahan tonase besar.

Janji Perbaikan 2026 Belum Cukup Menenangkan Warga

Pemerintah Kota Tasikmalaya memang sempat menyampaikan rencana perbaikan jalan Cipeuteuy yang akan dimasukkan dalam agenda anggaran tahun 2026. Namun, bagi warga yang sudah bertahun-tahun menyuarakan keluhan melalui audiensi dan aksi protes, janji tersebut belum cukup menenangkan.

“Bagi kami, janji tanpa alat berat di lapangan hanyalah penghibur sementara,” ujar salah seorang warga.

Kekecewaan warga semakin terasa ketika melihat pembangunan infrastruktur di wilayah lain yang terus digenjot, baik oleh pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat masyarakat Cipeuteuy merasa terpinggirkan dan seolah berada di wilayah yang luput dari perhatian.

Warga menegaskan, perbaikan jalan Cipeuteuy bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut kesehatan publik, keselamatan pengguna jalan, serta kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Alasan keterbatasan anggaran yang kerap pemerintah sampaikan tidak lagi relevan bagi warga. Mereka menuntut solusi cepat, inovatif, dan berkeadilan, bukan sekadar retorika administratif.

Kini, warga Cipeuteuy tidak lagi membutuhkan janji di atas kertas. Mereka menanti aspal yang kokoh dan drainase yang berfungsi. Jika pemerintah tak segera bertindak, maka kesejahteraan yang kerap menggaung dalam pidato pejabat hanya akan menjadi harapan kosong bagi masyarakat Sukalaksana.

(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru