BANDUNG,FOKUSJabar.id: Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung masih di hadapkan pada berbagai tantangan dalam mengoptimalkan potensi lokal.
Mulai dari sektor pertanian, perkebunan hingga pengembangan desa berbasis energi berkelanjutan. Kondisi tersebut masih membutuhkan dukungan inovasi dan teknologi yang memadai.
BACA JUGA:
Izin Penghapusan Aset Dalam Proses, Teras Cihampelas Segera Diratakan
Kondisi tersebut melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) melalui skema Community Service Learning (CSL) bertema “Digital Innovation on Renewable Energy and Sustainable Community Development”.
Program ini di selenggarakan oleh Telkom University sebagai tuan rumah, berkolaborasi dengan Universiti Teknologi PETRONAS (Malaysia), yang berlangsung pada 17–24 Desember 2025.
Salah satu persoalan utama yang di hadapi Desa Margamukti adalah masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital dalam menunjang produktivitas pertanian dan perkebunan.
Padahal, kedua sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat desa.
Minimnya akses dan pemahaman terhadap teknologi digital menyebabkan potensi peningkatan hasil produksi, efisiensi pengelolaan hingga pemasaran berbasis digital belum tergarap secara optimal.
KETERBATASAN FASILITAS
Selain itu, keterbatasan fasilitas edukasi terpadu juga menjadi kendala dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait teknologi dan energi berkelanjutan.
Kurangnya sarana pembelajaran serta pendampingan berdampak pada rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi sebagai fondasi pembangunan desa jangka panjang.
Permasalahan lain yang turut menjadi perhatian adalah belum optimalnya media dan sistem informasi desa dalam memperkenalkan potensi lokal kepada khalayak luas.
Potensi pertanian, perkebunan serta peluang pengembangan energi terbarukan di Desa Margamukti masih minim publikasi.
BACA JUGA:
Masa Depan Bandung Zoo 2 Bulan Lagi
Akibatnya, peluang kolaborasi, investasi maupun pengembangan desa berbasis potensi lokal belum berkembang secara maksimal.
Dari sisi infrastruktur, kebutuhan akan sistem penerangan desa yang efisien, andal, dan ramah lingkungan juga menjadi tantangan tersendiri.
Sejumlah wilayah masih membutuhkan solusi penerangan yang tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional. Khususnya untuk area publik dan lingkungan yang memerlukan dukungan energi berkelanjutan.
Menjawab berbagai tantangan tersebut, program Abdimas CSL di rancang sebagai upaya strategis untuk menghadirkan solusi berbasis inovasi digital dan energi terbarukan melalui pendekatan service-learning.
Kolaborasi internasional antara Telkom University dan Universiti Teknologi PETRONAS ini mengintegrasikan unsur pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kerangka pembangunan berkelanjutan.
BACA JUGA:
17 Ruas Jalan Destinasi Wisata Kota Bandung Akan Diperbaiki
Melalui program ini, masyarakat Desa Margamukti di harapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian dalam memanfaatkan teknologi digital serta energi bersih.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal transformasi desa menuju komunitas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mandiri secara energi, dan memiliki daya saing, sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
(LIN)


