JEPARA, FOKUSJabar.id: Masyarakat Desa Karangnongko dan Ngetuk Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara Jawa Tengah (Jateng) nampak sedih. Bagaimana tidak, jembatan semi permanen yang membentang di atas sungai Kali Gede terputus.
BACA JUGA:
BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Jawa Tengah
Jembatan tersebut menjadi akses kunci bagi masyarakat Dukuh Pondok Desa Karangnongko dan Dukuh Glatik Watu Desa Ngetuk.
Mengutip tribunjateng.com, jembatan tersebut sudah berdiri kokoh puluhan tahun untuk aktivitas masyarakat. Mulai dari pendidikan, ekonomi hingga sosial kemasyarakatan.
Kini, jembatan tersebut tinggal kenangan setelah hanyut disapu banjir.
Menurut keterangan warga sekitar, Maskurin, hujan deras menyebabkan peningkatan volume debit air sungai dan menyapu jembatan penghubung Karangnongko dan Ngetuk.
“Masyarakat Ngetuk kini harus melewati jalan memutar sejauh 2,5 kilometer jika ingin menuju ke Desa Karangnongko. Tak terkecuali anak sekolah,” ungkapnya.
“Kami berharap, jembatan ini segera dibangun kembali,” Dia menambahkan.
Kepala Dusun Glatik Watu Desa Ngetuk, Wahyono menegaskan, jembatan tersebut sudah ada sejak dia kecil.
Dulu berupa jembatan bambu. Selanjutnya di perbaiki dengan struktur semi permanen.
“Jembatan tersebut menjadi akses kunci yang menghubungkan dua desa,” katanya.
BACA JUGA:
Aceh Belum Pulih, Polres Aceh Tengah Salurkan Bantuan
Dia menambahkan, selain sebagai akses ekonomi dan sosial. Pendidikan anak SD juga tersambung berkat jembatan tersebut. Sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat.
“Sejumlah anak dari Desa Karangnongko menimba ilmu di SDN 3 Ngetuk. Mereka biasanya jalan kaki atau naik sepeda dari rumah sekitar 300-400 meter lewat jembatan ini. Karena putus, mereka harus memutar 2,5 kilometer,” katanya.
Kepala SDN 3 Ngetuk, Zulaiekhan mengatakan, dari 92 siswa 17 di antaranya dari Desa Karangnongko.
Kehadiran siswa dari Karangnongko, meramaikan kehidupan pendidikan di SDN 3 Ngetuk.
Pihaknya berharap, Pemda turun tangan untuk membantu membangun jembatan tersebut. Dengan begitu, akses jalan kembali normal.
“Kami berharap jembatan ini bisa segera dibangun ulang. Masyarakat sangat membutuhkannya,” singkat Zulaiekhan.
(Bambang Fouristian)


