spot_img
Senin 12 Januari 2026
spot_img

Dari Ayam Petelur hingga Penanganan Stunting, Strategi Pembangunan Cikalang Tasikmalaya 2027

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya bergerak cepat menyusun arah pembangunan masa depan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027. Kegiatan yang digelar di Aula Kelurahan Cikalang, Senin (12/1/2026), menitikberatkan pada dua sektor utama, yakni pemberdayaan ekonomi kreatif dan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Musrenbang tersebut dihadiri langsung oleh Camat Tawang Boedi Santosa, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Hj. Evi Silviani, Lurah Cikalang Eri Hendrawan, serta unsur tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan lembaga kemasyarakatan setempat.

Baca Juga: Bantuan Pendidikan Warnai Hari Pertama Sekolah di SDN Gunung Koneng Tasikmalaya

Dalam sambutannya, Camat Tawang Boedi Santosa menegaskan bahwa usulan pembangunan yang masyarakat sampaikan harus selaras dengan tujuh program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ia mengingatkan agar setiap program tidak bersifat seremonial atau jangka pendek semata.

“Musrenbang bukan sekadar daftar keinginan, tetapi harus menghasilkan program yang berdampak jangka panjang dan mampu mendorong kemandirian masyarakat,” tegas Boedi.

Salah satu kabar menggembirakan yang tersampaikan dalam forum tersebut adalah alokasi dana hibah Program Sri Baduga. Dengan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk Kelurahan Cikalang. Dana tersebut akan terfokus pada dua sektor krusial. Yakni pengelolaan sampah berbasis lingkungan guna menciptakan kawasan yang bersih dan sehat. Serta peningkatan fasilitas pelayanan publik agar masyarakat lebih nyaman dalam mengakses layanan kelurahan.

Penguatan Ekonomi Masyarakat

Sementara itu, Lurah Cikalang Eri Hendrawan memaparkan rencana konkret penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor ketahanan pangan. Salah satunya dengan pengembangan budidaya ayam ras petelur.

Menurut Eri, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga memiliki manfaat sosial yang luas. Hasil produksi telur akan dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi masyarakat. Sebagai upaya menekan angka stunting, sekaligus mendukung pengendalian inflasi melalui penguatan ketahanan pangan keluarga.

“Pilot project di RW 06 sudah menunjukkan hasil yang positif. Ke depan, kami berharap program ini bisa terus berkembang dan direplikasi di wilayah lain di Kelurahan Cikalang,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah kelurahan, kecamatan, DPRD, serta unsur masyarakat seperti RT, RW, dan LPM, harapannya Musrenbang RKPD 2027 menjadi titik awal transformasi Kelurahan Cikalang menuju wilayah yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan secara lingkungan.


(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru