MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Ada momen di mana logika materi menyerah pada panggilan hati nurani. Itulah yang di rasakan oleh Bos Koi Hartono Soekwanto.
Sosok “Sultan Koi” ternama di Indonesia, saat menjejakkan kaki di Situ Cipanten, Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka.
Bagi banyak orang, Situ Cipanten mungkin hanyalah destinasi wisata air yang jernih. Namun bagi Hartono, tempat yang di kenal sebagai petilasan Prabu Siliwangi ini menyimpan “getaran” yang tak mampu ia lukiskan dengan kata-kata.
Baca Juga: Penebaran Ikan Koi Harga Miliaran di Situ Cipanten Majalengka, Disaksikan Ribuan Pengunjung
Sebuah ikatan batin yang membuatnya rela merogoh kocek hingga miliaran rupiah demi sebuah misi mulia, Membawa Situ Cipanten Mendunia.
Cinta Bersemi di Kedalaman Air
Minggu, 11 Januari 2025, menjadi saksi sejarah baru bagi pariwisata alam Majalengka.
Di hadapan lebih dari 4.000 pasang mata pengunjung, Hartono Soekwanto melepaskan 2.165 ekor Koi Sultan, ikan-ikan peranakan langsung dari Jepang dengan kualitas premium.
Bukan sembarang ikan, beberapa di antaranya adalah koleksi pribadi Hartono yang sering menjuarai kontes nasional.
Jika di konversi ke materi, harga satu ekornya bahkan setara dengan mobil Pajero Sport. Namun bagi Hartono, angka-angka itu seolah menguap saat ia bersentuhan dengan air Situ Cipanten.
”Ada panggilan jiwa yang sangat luar biasa dari Situ Cipanten ini. Nilai materi yang saya keluarkan tidak sebanding dengan besarnya panggilan hati saya. Saya akan all out untuk tempat ini,” ungkap Hartono dengan nada bicara yang menyentuh.
Berenang dalam Keajaiban Alam
Kedekatan spiritual Hartono dengan alam Majalengka terlihat jelas saat prosesi pelepasan ikan.
Alih-alih hanya berdiri di tepi dermaga, ia memilih menceburkan diri, berenang selama berjam-jam di air yang dingin menyegarkan, seolah sedang bercengkrama dengan leluhur dan alam semesta.
Didampingi istri tercinta, serta kehadiran sahabat seperti Irfan Hakim, Audrey King of The Jungle, Hartono tampak sangat bahagia.
Ia mengaku, kedamaian yang ia temukan di Situ Cipanten adalah pengalaman langka yang belum pernah ia temui di belahan dunia manapun.
Bahkan ia kuat berenang hingga berjam jam sambil terus menebar ikan koi. Dinginnya suhu air situ Cipanten tidak membuatnya untuk cepat beranjak. Justru menambah ikatan batin yang semakin dalam dengan Situ Cipanten.
“Ini momen pertama saya yang sangat berkesan dan di Situ Cipanten ini saya bisa menyaksikan keajaiban berbagi dengan alam. Sangat luar biasa,” tegasnya.
Seharian berada di Situ Cipanten membuat Hartono Soekwanto merasa betah dan menjadi momen yang sangat sulit untuk dilupakan.
Pengalaman ini menurut dia belum pernah di temui di belahan dunia manapun dan kebahagiaan itu justru muncul di Situ Cipanten.
“Saya sangat heppy di Situ Cipanten istri saya juga sangat heppy, pokoknya situ Cipanten sangat luar biasa dan akan support terus,” katanya.
Berkah bagi Warga Gunungkuning
Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Kehadiran “Bos Koi” dan ribuan ikan eksotis ini bukan sekadar menambah keindahan visual, tapi menjadi magnet ekonomi yang luar biasa bagi warga setempat.
”Dampaknya sudah terasa nyata. Saat pelepasan saja pengunjung membludak. Ini adalah berkah bagi kemajuan desa kami,” ujar Rudi.
Baca Juga: Hartono Soekwanto Tebar Ikan Koi Asli Jepang ke Situ Cipanten Majalengka
Kombinasi antara legenda sejarah, kejernihan air yang biru, dan kini ribuan ikan Koi kelas dunia menjadikan Situ Cipanten destinasi yang wajib di kunjungi.
Wisatawan kini tidak hanya bisa menikmati udara sejuk, tapi juga merasakan sensasi “berbagi dengan alam” lewat interaksi langsung dengan ikan-ikan sultan tersebut.
Situ Cipanten kini bukan lagi sekadar telaga. Ia telah bertransformasi menjadi simbol harmoni antara manusia, hobi, dan spiritualitas.
Seperti yang di katakan Hartono Soekwanto, ini adalah momen ajaib tentang bagaimana kebahagiaan sejati muncul saat kita mampu memberi dan menjaga alam.
(Abdul)


