ACEH, FOKUSJabar.id: Hingga kini Aceh belum sepenuhnya pulih pascabencana banjir dan longsor yang menghantam wilayah tersebut pada akhir 2025.
Beberapa perkampungan masih sulit dijangkau bantuan. Penyebabnya, akses jalan menuju wilayah tersebut rusak berat.
BACA JUGA:
Lagi, Aceh Utara Diterjang Banjir
Mengutip tempo.co, Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik mengatakan, perlu upaya ekstra untuk bisa menembus ke daerah yang terisolasi.
Dia mencontohkan, perjalanan menuju Kampung Jamur Konyel, Kampung Atu Payung dan Kampung Serule yang ada di Kecamatan Bintang. Akses menuju ketiga wilayah itu masih rusak parah. Sehingga membuat waktu tempuh menjadi sangat panjang.
“Jalur yang sebelumnya dapat ditempuh sekitar satu jam. Kini harus dilalui selama sekitar 7-8 jam,” ungkapnya.
Taufik mengisahkan, sepanjang perjalanan timnya melewati jalanan sempit yang terputus. Tanjakan dan turunan yang terjal dengan kondisi jalan berlumpur.
Terlebih, di beberapa lokasi hanya dapat dilalui dengan kehati-hatian tinggi. Pasalnya diapit jurang.
Menurutnya, rombongan baru tiba di lokasi perkampungan menjelang malam. Mereka lalu menyalurkan ratusan paket sembako dan pakaian layak pakai kepada warga.
“Kami melihat langsung kondisi masyarakat di kampung-kampung yang aksesnya masih sulit,” kata Taufik.
BACA JUGA:
Gunung Ile Lewotolok Nusa Tenggara Timur Erupsi
Kehadiran timnya tidak sekadar menyerahkan bantuan logistik. Kepolisian juga memberi layanan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan dan vitamin secara gratis.
Personel kepolisian juga menyempatkan diri mendengar keluhan warga.
Taufik mengatakan, dirinya ingin memastikan kebutuhan dasar para warga terpenuhi.
Pihaknya akan terus hadir di tengah masyarakat. Khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana.
BACA JUGA:
Wamenag: Sholawat sebagai Ibadah Pemersatu Bangsa di Ciamis
“Meskipun akses menuju lokasi sangat sulit. Kami pastikan masyarakat di daerah terisolasi tetap mendapatkan bantuan dan layanan kesehatan,” pungkasnya.
(Bambang Fouristian)


