JAKARTA, FOKUSJabar.id: Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri gelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu-Senin (10-12/1/2026).
Salah satu agenda dalam Takernas, menentukan sikap partai terkait wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.
BACA JUGA:
Ketum PDI-P Buka Suara Soal Kerusakan Lingkungan
Mengutip republika, Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto mengatakan, Ketum telah meminta para kadernya untuk menjaga betul prinsip kedaulatan yang dihasilkan dari reformasi.
Menurut dia, Pilkada secara langsung merupakan salah satu bentuk kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya.
“Ini tidak hanya memperkuat legitimasi pemimpin. Namun juga tanggung jawab pemimpin untuk menghasilkan program-program sesuai dengan aspirasi rakyat,” kata Hasto.
Menurut Dia, PDI-P belum menentukan sikap secara resmi terkait wacana tersebut.
“Kami akan bahas dalam Rakernas,” ungkapnya.
Hasto menyebut, pihaknya telah mengundang berbagai kelompok dari internal partai untuk melakukan pembahasan isu tersebut.
Masukan dari berbagai pihak diharapkan dapat menghasilkan keputusan politik yang menjaga demokrasi dengan melibatkan partisipasi rakyat secara luas.
BACA JUGA:
Gagal Seleksi, Khairun Nisa Nekat jadi Pramugari Gadungan
Meski begitu, Dia masih belum mau mengungkapkan sikap resmi PDI-P. Sikap tersebut nantinya akan dijelaskan secara detail beserta alasan filosofis yang melatarbelakanginya. Termasuk sikap partai mengenai manajemen penyelenggaraan Pemilu.
“Itu semua akan menjadi bagian dari rekomendasi Rakernas. Jadi belum diputuskan,” tegas Hasto.
Hasto menegaskan, PDI-P tidak akan pernah mengingkari semangat dari reformasi. Pasalnya, reformasi dilahirkan untuk menciptakan rakyat yang berdaulat.
“PDI-P tidak pernah mengingkari semangat reformasi. Karena reformasi itu lahir dari suatu kristalisasi perjuangan yang luar biasa, pengorbanan para mahasiswa agar rakyat berdaulat,” tutup Hasto.
(Bambang Fouristian)


