spot_img
Senin 5 Januari 2026
spot_img

Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp852 M untuk Revitalisasi 897 Sekolah di Sumut

SUMUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menerima bantuan pemerintah pusat sebesar Rp852 milyar untuk mendukung program revitalisasi sekolah.

Anggaran sebesar itu untuk merevitalisasi sebanyak 897 sekolah.

BACA JUGA:

Masa Tanggap Darurat di Kabupaten Agam Sumbar Diperpanjang

Mengutip republika, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan, anggaran nasional untuk revitalisasi sekolah mencapai Rp16,9 trilyun untuk 16 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

“Kami berharap, bantuan ini termasuk penyediaan papan digital interaktif di Sumatera Utara dapat dimanfaatkan secara optimal secepat mungkin,” katanya.

Menurut Dia, pemerintah berupaya memastikan keberhasilan misi keempat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan pengembangan SDM, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, kesehatan masyarakat, prestasi olahraga, kesetaraan gender dan peran perempuan, pemuda serta penyandang disabilitas.

Bantuan revitalisasi sekolah di Sumatera Utara akan mencakup 34 unit PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 sekolah kejuruan, 11 sekolah khusus dan lima pusat kegiatan belajar masyarakat.

“Untuk program digitalisasi pendidikan di Sumatera Utara, sebanyak 1.778 papan digital interaktif telah didistribusikan untuk mendukung metode belajar modern. Mulai diberlakukan pada semester kedua tahun 2026,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto 4 Kali Reshuffle Kabinet Selama 2025

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menegaskan, Pemprov terus memprioritaskan sektor pendidikan sebagai pendorong utama pembangunan daerah.

“Salah satu inisiatifnya adalah program sekolah gratis yang akan dimulai di Kepulauan Nias dan wilayah terdampak bencana pada tahun 2026,” kata Nasution.

Menurut catatan resmi, 50 sekolah menengah atas dan kejuruan di Sumatera Utara terdampak banjir dan tanah longsor.

BACA JUGA:

Penuhi Air Bersih, Polri Bangun 436 Sumur Bor di Sumatera

“Meskipun dua sekolah belum beroperasi penuh karena kerusakan yang parah, kami pastikan upaya pemulihan terus berlangsung,” tutup Dia.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru