spot_img
Minggu 4 Januari 2026
spot_img

DPUTR Ungkap Tumpukan Sampah Jadi Biang Keladi Banjir di Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya mengungkap tumpukan sampah menjadi faktor utama penyebab banjir yang merendam sejumlah ruas jalan, Jumat (2/1/2026). Selain curah hujan tinggi, sampah yang menyumbat saluran air menjadi pemicu terbesar terjadinya genangan.

Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah Tasikmalaya. Kondisi tersebut diperparah oleh banyaknya sampah yang menumpuk di gorong-gorong dan drainase, sehingga aliran air tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Lurah Tugujaya Ungkap Kronologi Hilangnya Zaidan Al Fatih

Untuk mencegah banjir berulang, Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUTR melakukan monitoring intensif dan pembersihan saluran air di berbagai titik rawan. Kepala Bidang PSDA PUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam, menyebutkan bahwa tindakan antisipatif dilakukan secara rutin dan melibatkan sejumlah dinas terkait.

“Pembersihan terus kami lakukan secara berkala. Kami bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perwaskim), serta pihak terkait lainnya untuk mengangkut tumpukan sampah yang menyumbat saluran dan gorong-gorong,” ujar Rino Isa Muharam, Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan menjadi masalah serius. Padahal, curah hujan di Kota Tasikmalaya saat ini telah mencapai 103 milimeter, sehingga potensi banjir sangat tinggi apabila saluran tidak bersih.

“Curah hujan belakangan ini memang tinggi, dan kondisi tersebut semakin memburuk karena banyaknya sampah yang menyumbat saluran. Akibatnya, genangan terjadi di mana-mana,” ungkapnya.

Rino memaparkan sejumlah ruas jalan yang kerap terendam saat hujan deras, di antaranya Jalan HZ. Mustafa, Sutisna Senjaya, Siliwangi, SL. Tobing, Moch. Hatta, Gegernoong, dan Nagarawangi.

“Area-area ini menjadi fokus utama kami. Pembersihan rutin terus dilakukan terutama di titik dengan tumpukan sampah paling banyak,” jelasnya.

Tumpukan Lumpur Menyumbat Drainase

Selain sampah, sedimentasi atau endapan lumpur di saluran drainase juga memperparah kondisi. Sedimentasi membuat daya tampung drainase menurun sehingga air mudah meluap.

“Sedimen dan sampah membuat saluran dangkal serta memperlambat aliran air. Inilah yang memicu banjir ketika hujan deras turun,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan di titik rawan dan bergerak cepat ketika menemukan sumbatan.

“Kami berharap semua pihak ikut menjaga lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan ke saluran atau sungai agar banjir tidak terus berulang,” pungkasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru