spot_img
Sabtu 3 Januari 2026
spot_img

Tangan Dingin Rudi Yudistira Mengalirkan Berkah Situ Cipanten jadi Desa Mandiri

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id:  Di balik rimbunnya pepohonan kaki Gunung Ciremai, sebuah keajaiban luar biasa sedang tumbuh di Desa Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka Jawa Barat (Jabar).

Dulu, Gunungkuning hanya dipandang sebagai desa agraris biasa. Kini menjelma menjadi simbol kemandirian desa di Indonesia.

BACA JUGA:

Pemkab Majalengka Ajak Jurnalis Edukasi Publik tentang Bahaya Rokok Ilegal

​Keajaiban tersebut bukan semata-mata turun dari langit. Namun semua itu berkat sosok Kades Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali.

Kepedulian Berujung Kesejahteraan

​Bagi Rudi Yudistira, jabatan Kepala Desa sejak tahun 2021 bukan sekadar posisi administratif. Melainkan sebuah amanah untuk membangunkan “raksasa tidur.”

Sebagai mantan anggota BPD, Rudi mengetahui bahwa desanya memiliki harta karun yang tak ternilai. Yakni, Situ Cipanten.

​Dengan pembangunan yang menyentuh akar rumput, Dia memulai perubahan dari dalam. Rudi merombak manajerial desa dengan prinsip transparansi.

Hasilnya, Pendapatan Asli Desa (PADes) naik signifikan. Yakni menyentuh angka Rp2,5 milyar pada tahun 2025.

BACA JUGA:

Gubernur Jabar Dampingi Presiden Panen Raya Padi di Majalengka

​”Membangun desa bukan hanya soal membangun jalan. Namun membangun rasa memiliki. Situ Cipanten adalah milik warga. Dan manfaatnya harus kembali ke masyarakat,” kata Rudi Yudistira.

Menurut Dia, ​Situ Cipanten bukan sekadar objek wisata dengan air biru jernih yang instagramable. Di balik keindahannya, terdapat 7 sumber mata air yang menjadi urat nadi kehidupan.

​Melalui visi besar Rudi Yudistira, air ini tidak hanya dikomersilkan, tapi dikembalikan kepada masyarakat secara cuma-cuma.

Sedikitnya 720 warga dapat menikmati layanan air bersih gratis. Mereka hanya membayar biaya pemeliharaan Rp4.500 per bulan.

Jumlah tersebut sebuah angka yang sangat kecil dibandingkan dengan jaminan kesehatan dan kebersihan yang didapatkan.

​Menanam Harapan di Halaman Rumah

​Sentuhan inovasi Rudi juga merambah ke sektor hortikultura. Dia mendorong warga untuk tidak sekadar bertani tapi menjadi ahli.

Alhasil, Desa Gunungkuning menjadi pusat pembibitan unggul di Kabupaten Majalengka dengan aneka bibit tanaman holtikultura berkualitas.

​Di setiap halaman rumah, sejauh mata memandang tampak bibit-bibit tanaman hasil stek dan grafting yang dirawat dengan cinta.

Ada kebanggaan di wajah para petani yang kini mampu menghasilkan bibit berkualitas nasional.

Inilah bukti bahwa di bawah arahan yang tepat, potensi lokal bisa bicara banyak di panggung nasional.

​Kerja keras yang tulus tidak akan mengkhianati hasil. Desa Gunungkuning berhasil menyabet berbagai penghargaan bergengsi tingkat nasional.

  1. Peringkat dua Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2024 kategori Maju Mandiri.

​2. BUMDes Terbaik Nasional 2025 dalam pengelolaan keuangan dari BPKP Jawa Barat selama dua tahun berturut-turut.

​Penghargaan tersebut menjadi bukti otentik. Di mana manajemen transparan yang diterapkan mampu membawa desa kecil ini bersinar di level tertinggi.

BACA JUGA:

Penyerahan Sertifikat Tanah dan Peresmian Kampung Reforma Agraria di Majalengka

​Kisah Desa Gunungkuning adalah kisah tentang bagaimana seorang pemimpin yang memahami rakyatnya, mengubah air menjadi kesejahteraan dan tanah menjadi harapan.

Gunungkuning bukan lagi sekadar nama di peta. Melainkan inspirasi bagi seluruh desa di Indonesia bahwa kemandirian itu nyata.

(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru