BANDUNG,FOKUSJabar.id: Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung hingga akhir tahun berhasil menembus kisaran 90 persen dari target, meski sepanjang tahun diwarnai berbagai kebijakan pembatasan aktivitas yang berdampak pada sektor ekonomi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen, menjelaskan bahwa kinerja pendapatan daerah masih cukup terjaga berkat kontribusi sektor pajak pelayanan. Berdasarkan data sementara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), penerimaan pajak tercatat stabil dan tidak mengalami penurunan signifikan.
Baca Juga: Dame Diagne Resmi Jadi Pemain Lokal, FIBA Sahkan Status Baru Bintang Satria Muda
“Kalau dilihat dari pendapatannya, pendapatan pajak sementara sudah mencapai 90 persen di akhir tahun. Artinya, dari sisi target masih bagus dan tidak menunjukkan penurunan,” ujar Iskandar, Jumat (2/1/2026).
Ia mengakui, pada pertengahan tahun terdapat sejumlah kebijakan yang turut memengaruhi pendapatan daerah, seperti pembatasan kegiatan hotel hingga larangan studi tour maupun studi banding dari luar daerah. Kebijakan tersebut cukup berdampak pada kota dengan basis ekonomi jasa dan pariwisata seperti Bandung.
“Memang ada pengaruhnya, terutama bagi Kota Bandung. Tapi Alhamdulillah, dari data terakhir Bapenda yang saya lihat, capaian kita masih berada di kisaran 90 persen,” tuturnya.
Iskandar menambahkan, target PAD Kota Bandung selalu meningkat setiap tahun. Pada 2024, target PAD ditetapkan sebesar Rp2,6 triliun, sementara pada 2025 meningkat menjadi sekitar Rp3,3 triliun.
“Targetnya naik, berarti pendapatan kita juga naik. Realisasi sementara sudah di angka Rp3 triliun lebih, dan itu juga terbantu oleh opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB),” jelasnya.
Terkait potensi peningkatan pendapatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Iskandar menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu data lengkap. Namun, ia menilai kondisi pendapatan Kota Bandung secara umum masih stabil, terlebih Bandung tetap menjadi salah satu destinasi wisata favorit.
“Kalau dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya, pendapatan masih relatif stabil. Meski ada efisiensi dan pembatasan, pendapatan kita masih bisa terjaga,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


