PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Atlet terjun payung yang sebelumnya di laporkan hilang, akhirnya di temukan oleh seorang nelayan asal Cilacap. Terapung di tengah lautan dan sudah dalam keadaan meninggal dunia, Jumat (2/1/2026).
Korban di temukan oleh nelayan asal Cilacap pada pukul 06.48 WIB mengapung di permukaan air. Dengan kondisi masih menggunakan pakaian lengkap terjun payung.
“Atlet terjun payung yang kemarin sempat di laporkan hilang. Sudah di temukan oleh nelayan asal Cilacap,” ungkap Kepala Pos Basarnas Pangandaran, Edwin Purnama.
Baca Juga: Saksi Mata Ungkap Kejanggalan Lokasi Terjun Payung Sebelum Insiden Maut di Pangandaran
Edwin menjelaskan, bahwa jasad korban di temukan nelayan Cilacap, pada koordinat 7 derajat 48,614 lintang selatan. Dan 180 derajat 39,488 lintang barat.
“Setelah mendapatkan laporan dari nelayan, Tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi di temukannya jasad korban untuk melakukan evakuasi,” jelasnya.
Baca Juga: Identitas Serta Kronologi Atlet Terjun Payung Tewas di Pangandaran
Korban saat di evakuasi, kata Edwin, sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian di bawa Tim SAR gabungan ke Pantai batu karas, Kecamatan Cijulang, untuk di rujuk ke RSUD Pandega Pangandaran.
Setelah di temukan, dia menegaskan, bahwa operasi pencarian korban secara resmi di hentikan.
Sebelumnya, peristiwa tersebut bermula ketika pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha. Lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB. Pesawat membawa lima atlet penerjun payung untuk melakukan latihan rutin.
Setelah itu, di laporkan, bahwa ada dua atlet terjun payung mengalami kecelakaan saat menjalani latihan persiapan BK Porprov Jabar. Di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (30/12/2025) kemarin.
(Yud’s)


