TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Ketua Ikatan dokter Indonesia (IDI) Kota Tasikmalaya, dr. Farid Wajdi menyampaikan bahwa selain pelayanan kesehatan. IDI juga berkontribusi dalam upaya memperbaiki perilaku hidup sehat masyarakat melalui penyediaan sanitasi yang layak dan berstandar.
“Wujud IDI dalam membantu penyediaan sanitasi yang layak dengan membangun septictank terstandar SNI dan memperbaiki fasilitas MCK di lima titik. Yang di laksanakan pada momen Hari Bhakti Dokter Indonesia beberapa waktu lalu,” ungkap dr. Farid Wajdi, Minggu (30/11/2025).
Dia juga memastikan bahwa masyarakat harus memiliki sarana sanitasi yang aman, sehat. Serta sesuai standar untuk hidup lebih sehat dan terjaga.
Baca Juga: Puncak HUT IDI ke-75, Wujudkan Tasik Kota Sehat
Sanitasi yang buruk, kata dia, merupakan akar berbagai timbulnya sejumlah penyakit. Dengan itu, maka pembangunan sarana sanitasi yang layak merupakan langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari sejumlah penyakit.
“Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan IDI terhadap implementasi 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Khususnya upaya Stop BAB sembarangan. Serta penguatan pilar lainnya seperti Cuci Tangan Pakai Sabun dan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga yang Aman dan sehat,” jelasnya.
Adapun dalam pelaksanaannya, dia menegaskan, bahwa IDI berkolaborasi dengan berbagai pihak. Antara lain dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Puskesmas Mangkubumi. Yang berperan dalam verifikasi lapangan dan edukasi masyarakat serta Pemerintahan Kelurahan Cipawitra, yang memfasilitasi lokasi dan koordinasi para warga,
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat tidak bisa di lakukan sendiri, tetapi harus melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan dunia usaha” kata Farid di acara peringatan HUT IDI ke-57 di Hotel Santika, Jalan Yudanegara.
IDI Sejalan Dengan Visi Kota Tasikmalaya
Selain itu, dia juga menuturkan bahwa sejumlah kegiatan sosial yang di lakukan selama rangakaian HUT IDI, sejalan dengan Visi Kota Tasikmalaya yaitu,“Tasikmalaya sebagai Kota Industri, Jasa dan Perdagangan yang Religius, Inovatif, Maju dan Berkelanjutan.
“Kita siap terdepan untuk bersama-sama mendorong tercapainya visi Pemerintah daerah termasuk mewujudkan 7 program prioritas Wali Kota Tasikmalaya. Antara lain, Tasik Pintar, Tasik Bersih, Tasik Gemas, Tasik Resik, Tasik Nyaman, Tasik Religius, Tasik Melayani,” ucapnya.
Serta tata kelola infrastruktur yang baik, lanjut dia, khususnya penyediaan sanitasi dasar yang memadai dan ramah lingkungan menjadi awal menuju kesehatan yang berkualitas.
Baca Juga: Ada Apa Dinas Lingkungan Hidup di Sentil Wawalkot Tasikmalaya?
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan IDI turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Tasikmalaya. Khususnya dalam bidang kesehatan,” tegasnya.
Dan para dokter juga menjadi bagian dari masyarakat. Dengan itu, dia menambahkan bahwa IDI memiliki tanggung jawab moral. Untuk membantu mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, berkualitas serta berkelanjutan.
“Momen HUT IDI ke-75. IDI Cabang Kota Tasikmalaya menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam kegiatan sosial lainnya yang berdampak luas bagi kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.
Dalam acara peringatan HUT IDI ke-75, terlihat hadir, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, Sekertaris IDI Wilayah Jabar, dr. Zakaria Ansori, Kadis Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Herdiana.
Juga Ketua Pembina Posyandu Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Tasikmalaya Frima Nanda Farid. Dan Ketua Organisasi Profesi dan para pimpinan rumah sakit se-Kota Tasikmalaya.
(Seda)


