TASIKMALAYAFOKUSJabar.id: Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, kembali membuat gebrakan besar dalam tata kelola anggaran daerah. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya, seluruh titik Penerangan Jalan Umum (PJU) akan dipasangi meteran listrik setelah pemerintah daerah dan PLN mencapai kesepakatan resmi melalui MoU pada Oktober 2025.
Reformasi spektakuler ini, diutarakan Bupati Cecep saat menghadiri Pelantikan Pengurus Idaroh Syu’biyah, Ghusniyah, dan Sya’afiyah JATMAN Kabupaten Tasikmalaya periode 2025–2029 di Gedung Pendopo Baru Tasikmalaya, Minggu (30/11/2025).
Menurut Cecep, selama bertahun-tahun Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terjebak dalam sistem pembayaran listrik PJU yang tidak efisien. Pemerintah harus membayar tarif flat Rp250 ribu per bulan untuk setiap titik PJU, meski lampu menyala ataupun tidak.
“Bayangkan, pemerintah tetap membayar penuh meski PJU mati total. Ini tidak bisa lagi dibiarkan,” tegas Cecep.
Berdasarkan pendataan pasca dilantik pada 4 Juni 2025, Cecep menyebut terdapat sekitar 5.600 titik PJU, namun lebih dari 1.250 titik sudah tidak berfungsi. Akibatnya, negara berpotensi mengalami kerugian Rp5 miliar hingga Rp6 miliar per tahun untuk penerangan yang tidak pernah dinikmati masyarakat.
Dengan kebijakan baru ini terang Cecep, seluruh PJU akan dipasangi meteran sehingga pemakaian listrik dapat terbaca secara akurat. Bila lampu tidak menyala, maka tidak ada tagihan yang dibebankan kepada pemerintah daerah.
Tak hanya itu, pemerintah juga meminta PLN mengganti seluruh lampu jenis mercury yang boros listrik menjadi LED yang lebih hemat energi.
“Lampu mercury itu 500 watt, sementara LED hanya 100 watt dengan tingkat terang yang sama. Ini langkah efisiensi besar untuk anggaran daerah,” ujarnya.
BACA JUGA: Puncak HUT IDI ke-75, Wujudkan Tasik Kota Sehat
Cecep menegaskan bahwa program reformasi PJU ini akan mulai berjalan pada awal 2026. Ia berharap kebijakan tersebut bukan hanya menghentikan kebocoran anggaran, tetapi juga meningkatkan kualitas penerangan jalan di seluruh wilayah Tasikmalaya.
“Awal 2026 nanti insya Allah sudah mulai terealisasi,” tutup Cecep Nurul Yakin.
(Farhan)


