CIAMIS,FOKUSJabar.id: Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Ciamis dalam beberapa hari terakhir kembali menyingkap persoalan rapuhnya infrastruktur di sejumlah wilayah. Bencana longsor dan kerusakan bangunan terjadi hampir bersamaan di tiga kecamatan, menandakan besarnya tekanan cuaca ekstrem terhadap kondisi fisik bangunan dan permukiman.
Di Kecamatan Panumbangan, pergerakan tanah memicu longsor yang merusak sembilan rumah. Masing-masing rumah dihuni satu keluarga, sehingga total sembilan kepala keluarga terdampak dengan tujuh jiwa di dalamnya. Material tanah yang terus bergerak membuat rumah-rumah tersebut mengalami kerusakan mulai dari retak hingga pergeseran struktur bangunan.
Bencana tidak berhenti di Panumbangan. Di Kecamatan Banjarsari, Tembok Penahan Tanah (TPT) Sungai Citaman runtuh setelah dasar pondasinya tergerus arus sungai yang meluap. Runtuhan itu membuat satu rumah warga berada dalam kondisi terancam, hanya berjarak beberapa meter dari tebing yang kini tidak lagi terlindungi.
Masalah serupa muncul di Kecamatan Pamarican. Hujan lebat menyebabkan tembok bangunan SDN 3 Sukahurip jebol, merusak ruang kelas enam dan ruang perpustakaan. Kerusakan diperparah kondisi bangunan yang sudah menua.
“Tembok ruang kelas enam dan perpustakaan jebol. Struktur bangunannya memang sudah lama tidak diperbaiki,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, Sabtu (28/11/2025).
Untuk langkah darurat, dinding ruangan yang jebol ditutup menggunakan triplek agar tidak membahayakan siswa dan staf sekolah.
Ani menambahkan bahwa seluruh kejadian sudah dilakukan asesmen sebagai dasar laporan kepada pimpinan dan perangkat daerah terkait. Proses penanganan lanjutan akan ditentukan setelah hasil kajian lengkap diterima.
“Keluarga yang rumahnya terdampak sudah kami berikan bantuan logistik kedaruratan,” jelasnya.
Cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung membuat BPBD terus memantau wilayah rawan dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor, terutama di daerah dengan kontur tanah labil.
(Husen Maharaja)


